Menu

Walikota Rai Mantra Buka Festival Pelajar SPIGA

  • Jumat, 10 Juni 2016
  • 1113x Dilihat

OSIS SMP PGRI 3 Denpasar (SPIGA) menggelar Festival Pelajar Spiga mulai Kamis (9/6) kemarin hingga Sabtu (11/6) besok. Festival Pelajar Spiga dibuka Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra.

Hadir di acara itu, Ketua DPRD Kota Denpasar Gusti Ngurah Gede; Ketua PGRI Bali, Dr. Gede Wenten Aryasudha, M.Pd.; Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. Nyoman Winata, M.Hum., Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. Nengah Madiadnyana, MM., serta kepala sekolah di jajaran persekolahan PGRI Kota Denpasar.

Ketua Panitia Festival Pelajar Spiga yang juga Ketua OSIS SMP PGRI 3 Denpasar, Rama Gerald Jade, mengatakan, Festival Pelajar Spiga ini sebagai ajang menjaring dan menunjukkan bakat dan skill bidang non akademis yang dimiliki siswa SMP PGRI 3 Denpasar. Ini sesuai tema yang diangkat yakni ‘’Membangun karakter pelajar beprestasi, berbasis budaya lokal dan berwawasan global’’.

Selama pelaksanaan festival digelar dua agenda besar yakni pentas seni tradisional dan modern, serta pameran pelajar di antaranya pameran seni lukis, kuliner, keterampilan, karya ilmiah, mejejahitan, menulis aksara Bali dan pengolahan obat tradisional. Ia berharap, Festival Pelajar Spiga ini mampu memperkenalkan kepada masyarakat potensi dan bakat yang dimiliki siswa SMP PGRI 3 Denpasar.

Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Dr. Made Suada, M.M., M.Si., menjelaskan, Festival Pelajar Spiga ini merupakan implementasi dari visi sekolah yakni ‘’Unggul dalam mutu dan prestasi dilandasi iman dan takqa berwawasan budaya’’. Agenda kegiatan ini sekaligus memberikan dukungan kepada generasi muda untuk berkiprah, menjebatani serta melanjutkan warisan cita-cita luhur pendahulu.

Saat itu, Walikota Denpasar Rai Mantra juga menyerahkan beasiswa kepada siswa miskin serta penghargaan kepada guru berprestasi SMP PGRI 3 Denpasar. Guru yang menerima pengargaan yakni Nyoman Budastra berprestasi di olimpiade sains bidang matematika serta Cok Istri Putri berprestasi di olimpiade sains bidang IPS.

Walikota Rai Mantra mengatakan, festival ini menandakan bahwa adanya suatu perubahan titik-titik ke arah yang lebih baik.  Kalau ingin berubah harus ada orang berani melaksanakan perubahan tersebut, kalau tidak ada hal tersebut, maka kita tidak akan berubah.

Menurut Rai Mantra, PGRI ini secara menyeluruh sudah sangat baik dari tahun ke tahun, bahkan para tokoh-tokoh PGRI sudah banyak memberikan gambaran perubahan terhadap pendidikan di Kota Denpasar selama ini. Dimana semula pendidikan di Denpasar dianggap biasa-biasa saja, akan tetapi 5 tahun terakhir ini pendidikan di Denpasar sangat diperhitungkan di tingkat nasional.

“Saya sangat mengapresiasi serta menyambut baik kegiatan festival ini, semoga kegiatan ini bisa diikuti oleh sekolah-sekolah lain supaya bisa memberikan  inspirasi yang gunanya untuk membuat kreatifitas, inovasi, serta improvisasi anak-anak demi kepentingan prilaku yang lebih baik serta masa depan yang lebih baik kepada generasi penerus kita,” kata Rai Mantra.

Selama libur panjang sekolah, Rai Mantra mengingatkan para siswa jangan hanya dipakai untuk bermain gagget saja. Sekolah dapat mengisi dengan dengan kegiatan yang bermanfaat untuk memberikan ketenangan dan manfaat bagi keluarga. “Bagi siswa-siswi yang belum punya kegiatan, Pemkot Denpasar telah menyiapkan berbagai pelatihan untuk mengisi libur sekolah seperti workshop layangan, kemah budaya, megender, rebab, nyuling, megambel, jelajah pusaka, serta berbagai pelatihan lainnya  yang bermanfaat,” pungkas Rai Mantra.