Menu

Wedakarna Hadiri Siwaratri di SMAN 4 Denpasar, Jangan Gunakan Kecerdasan untuk Korupsi

  • Rabu, 21 Januari 2015
  • 3534x Dilihat

PERAYAAN Siwaratri di SMAN 4 Denpasar, Senin (19/1) hingga Selasa (20/1) pagi berlangsung damai dan khusyuk. Perayaan hari suci yang datang setahun sekali yaitu pada hari ke-14 paruh gelap bulan ketujuh (panglong ping 14 sasih kapitu) tersebut bertambah istimewa dengan kehadiran anggota DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS.
Wedakarna disambut hangat oleh Kepala SMAN 4 Denpasar, Dr. Wayan Rika, M.Pd.; pengurus komite SMAN 4 Denpasar, dr. Laksmi Duarsa, para wakasek, guru, pegawai serta siswa Hindu SMAN 4 Denpasar yang saat itu melaksanakan jagra Siwaratri. Pelaksanaan Siwaratri di SMAN 4 Denpasar sepenuhnya dikoordinir oleh OSIS yang dinakhodai Kadek Ary Putri Sanjiwani.
Perayaan Siwaratri, menurut Sanjiwani, merupakan salah satu program rutin tahunan OSIS Foursma. Di samping kegiatan lain, seperti perayaan HUT, tirtayatra, serta kegiatan bakti sosial dan lainnya. Perayaan Siwaratri tahun ini diawali dengan persembahyangan bersama pada sore hari ketika siswa tiba di sekolah. Selanjutnya sembahyang bersama pada pukul 24.00 dan persembahyangan pukul 06.00 sekaligus pamitan.
Mengisi jagra Siwaratri juga diisi dharma tula, cerdas cermat agama Hindu, geguritan serta pementasan teater Blabar mengambil lakon Lubdaka. Tak kalah hebohnya, warga Foursma juga dihibur dengan penampilan bondres Sengap Cs.
Sementara Kasek Wayan Rika mengatakan, kalau Siwaratri diyakini sebagai malam pengendalian diri, hendaknya benar-benar dilakukan secara sempurna. Pengendalian diri ini juga dimulai dari diri sendiri. Dalam konteks kekinian, peran Lubdaka bisa diambil siswa untuk memburu ilmu pengetahuan setinggi-tinginya untuk bekal hidup, memanfaatkan waktu luang dengan baik sehingga mereka selalu mawas diri.
Dikatakannya, perenungan diri tak hanya menunggu Siwaratri, melainkan diperlukan tiap hari agar tindakan kita sesuai dengan Tri Kaya Parisudha. Perjalanan spiritual ini diperlukan menghadapi tantangan era global seperti narkoba, geng motor dan lainnya. Makanya ia setuju perayaan Siwaratri ke depan tak boleh lagi kering dengan perenungan diri.
Senator muda Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, memberi apresiasi perayaan Siwaratri di SMAN 4 Denpasar. Sebagai orang Hindu Bali, tegas Wedakarna, harus percaya adanya hukum karmapala. Jangan menggunakan kecerdasan untuk korupsi, tapi gunakan kecerdasan untuk kemajuan bangsa.
Wedakarna juga menekankan masyarakat Bali sudah seharusnya melek ilmu pendidikan tinggi dan generasi muda Bali dapat mencapai kesarjanaan sebagai syarat dari sebuah kebutuhan global.  Menurut Wedakarna, hal ini cukup mendasar, bahwa manajemen globalisasi saat ini memerlukan generasi muda yang berwawasan internasional, namun kuat karakter nasionalisme dan ketahanan lokalnya.
Ia berharap kepada generasi muda Bali agar secara percaya diri untuk meraih gelar sarjana. Jika anak-anak muda Bali tidak masuk S1, maka mereka hanya akan menjadi tenaga bayaran rendah, tenaga outsourscing dan daily worker. ‘’Selain harus S1, generasi muda Bali juga harus menguasai bahasa Inggris. Tidak ada yang bisa mengangkat martabat bangsa ini, selain anak muda sendiri,’’ ungkap President The Sukarno Center ini. (putra)