Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 7 Denpasar, Senin (11/7) kemarin dipantau senator asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Bahkan Arya Wedakarna sempat memberi wejangan menggugah anak muda Bali untuk menjadi SDM yang cerdas dan menjadi pemimpin masa depan.
Wedakarna mengaku sengaja datang ke SMAN 7 Denpasar untuk melihat sejauh mana aturan MPLS diimplementasikan. Termasuk menjadikan sekolah ini sebagai pelopor revolusi mental Jokowi.
Apalagi pemerintah menggalakkan program penumbuhan budi pekerti. Di antaranya 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai siswa diwajibkan membaca buku non akedemis dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Hal ini perlu diberi penekanan karena sebagian anak muda Indonesia kini mau keluar dari rel Pancasilan seperti masuk ISIS, dll. Untuk itu SMAN 7 harus menjadi pelopor gerakan nasional tersebut.
Kepala SMAN 7 Denpasar, Dra. Cok Istri Mirah Kusuma Widiawati mengaku senang mendapat perhatian dari Komisi III DPD-RI yang juga putra Bali. Terkait dengan MPLS, CIM Kusuma Widiawati menegaskan, MPLS di SMAN 7 Denpasar bebas dari praktik perpeloncoan.
Materinya meliputi pengenalan lingkungan sekolah, riang gembira, teori upacara, pengenalan ekstrakurikuler, ceramah kesadaran berbangsa dan bernegara, cemarah pendidikan karakter, dan juga diberikan ceramah soal KSPAN dan narkoba.
MOS ditekankan pada suasana sejuk, sehat dan berbudaya. Dengan demikian MOS banyak diisi dengan kegiatan menggali kreativitas siswa serta menumbuhkan gerakan literasi. Setiap siswa diwajibkan membawa satu buku bacaan, yang nantinya dimanfaatkan sebagai perpustakaan kelas. ‘’Nantinya setiap kelas akan ada pojok bacaan,’’ tegas CIM Kusuma Widiawati.
Siswa baru juga diajak meneliti dan memperkenalkan tenun ikat endek Bali dan diunggah di media sosial, salah satunya instagram. Kegiatan ini selain memberikan efek kepada siswa untuk melek teknologi sekaligus menanamkan pada siswa untuk mencintai produk tradisional.
Selain itu, siswa juga dikuatkan dalam cinta lingkungan untuk memperkuat jiwa anak muda SMAN 7 Denpasar cinta lingkungan sebagai sekolah berwawasan wiyata mandala. MPLS diikuti 397 siswa baru dengan kehadiran 100 persen.
CIM Kusuma Widiawati didampingi Waka Kurikulum I Wayan Sucipta, S.Pd., Waka Humas Nyoman Sedana, S.Pd., M.M., Waka Kesiswaan Drs. Made Siarta, M.Pd., Waka Sarpras Drs. Made Wirawan dan Waka SDM Dra. Ni Nyoman Sriwati Asih, menambahkan, MPLS juga diarahkan untuk kemandirian siswa.
Salah satunya membiasakan siswa bangun pagi sebab saat PBM mereka sudah berada di sekolah pukul 06.30. Proses pembelajaran ini akan menjadi pembiasan dan budaya sehingga anak-anak Sisma ini disiplin tiba di sekolah.
Rangkaian MPLS dikatakan CIM Kusuma Widiawati diawali Minggu (10/7) dengan persembahyangan bersama, dilanjutkan pembagian kelompok serta tes psikologi dan peminatan. Ia memastikan MPLS di SMAN 7 Denpasar yang ditangani langsung oleh guru-guru berjalan menyenangkan dan penuh suka ria.
CIM Kusuma Widiawati yang baru beberapa bulan menjabat kepala sekolah menggantikan Ida Bagus Suyasa Putra yang telah memasuki masa pensiun ini blak-blakan mengungkapkan dirinya bukan supergirl. Dia bisa bekerja dengan tim yang solid.
Dia ingin SMAN 7 Denpasar harus harum terus di mata masyarakat. Dalam pengembangan pendidikan dia menganut tiga pilar yakni mengutamakan kecerdasan (intelektual, emosi, sosial dan spiritual), kreativitas dan tanggung jawab.
03 Februari 2026
26 Maret 2026