Menu

Wujudkan Solidaritas, SMAN 1 Denpasar Nyalakan Pelita Terangkan Cita-cita

  • Selasa, 03 Mei 2016
  • 939x Dilihat

Ada yang istimewa dari pelaksanaan upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMAN 1 Denpasar, Senin (2/5) kemarin. Seluruh perangkat dan peserta upacara mengenakan pakaian adat Bali.

Penggunaan pakaian adat ini, menurut Kepala SMAN 1 Denpasar, Drs. Nyoman Purnajaya, M.Pd., sesuai pedoman pelaksana upacara bendera Hardiknas tahun 2016 yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Dikatakan, penggunaan pakaian adat kali ini ingin mewariskan bahwa pendidikan adalah bagian dari kebudayaan.

Saat itu, Nyoman Purnajaya, sebagai pembina upacara membacakan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan, Ph.D. Dalam sambutannya, Mendikbud berterima kasih kepada seluruh insan pendidikan, pemerintah daerah, organisasi yang bergerak di dunia pendidikan atas kepedulian dan perhatian dalam membangun dan mengembangkan dunia pendidikan.

Ditegaskan, Hardiknas kita rayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggarisan bahwa Indonesia akan menjadi bangsa yang disegani dunia akan berhasil dalam berbagi kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya. Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa.

Karenanya, Hardiknas ini kita rayakan karena kita termasuk di antara yang sudah merasakan dampaknya. Maka pada bulan Mei ini, dalam Hardiknas ini, semua harus bergerak, ikut terlibat dalam memperluas dampak pendidikan terhadap saudara sebangsa yang belum sepenuhnya merasakan kesempatan itu.

Ini sesuai dengan tema Hardiknas tahun ini adalah ‘’Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita’’. Artinya kita ingin bahwa pendidikan benar-benar sebagai pelita bagi setiap anak Indonesia yang akan memuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depan.

Bagi SMAN 1 Denpasar, menurut Purnajaya, Hardiknas menjadi momen istimewa meningkatkan kualiatas pendidikan mulai dari kualitas guru, siswa, serta tenaga kependidikan untuk mewujudkan solidaritas internal yang semakin baik. Dia ingin SMAN 1 Denpasar harus harum terus di mata masyarakat dengan mengedepan tiga pilar pendidikan yakni mengutamakan kecerdasan (intelektual, emosi, sosial dan spiritual), kreativitas dan tanggung jawab serta komitmen terhadap tugas-tugasnya.