DALAM rangka mempersiapkan siswa-siswa di Bali menghadapi Ujian Nasional (UN) 2015, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali kembali menggelar try out atau ujian pemantapan. Pelaksanaan try out UN yang akan digelar mulai 26-28 Februari 2015 untuk tingkat SMA/MA dan SMK, disusul SMP/MTs mulai 2-5 Maret 2015, akan menerapkan 20 paket soal berbeda dalam satu ruangan.
Kepala Bidang Pengkajian dan Pengembangan (Jibang) Disdikpora Provinsi Bali, I Gede Ketut Seputra Aryadi, mengatakan hal itu, Selasa (3/2) kemarin. Menurut Seputra Aryadi, penerapan 20 paket soal berbeda dalam satu ruangan pada try out itu, mengacu pada pelaksanaan UN tahun lalu. ‘’Untuk Prosedur Operasional Standar (POS) UN tahun pelajaran 2014/2015 sampai saat ini belum turun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Karenanya kita tetap menerapkan 20 paket soal try out sama seperti tahun lalu,’’ ujarnya.
Menurut Seputra Aryadi, saat ini penyusunan soal-soal try out UN sedang dikerjakan yang melibatkan tim penyusun soal yang berintikan 190 orang guru. ‘’Soal-soal try out itu diupayakan bisa mendekati soal-soal UN. Kami sudah merekrut 190 orang guru untuk penyusunan soal-soal try out tersebut,'' kata Seputra Aryadi.
Ia menegaskan, kendati UN tahun ini tidak menentukan kelulusan dan hanya sebagai pemetaan, pelaksanaan ujian pemantapan atau try out ini tetap dipandang penting agar siswa benar-benar siap mengikuti UN. Selanjutnya, sisa waktu pasca-try out UN itu wajib dimanfaatkan pihak sekolah untuk menggenjot siswa pada mata pelajaran yang mengkhawatirkan. ''Dalam try out nanti, kami berharap pihak sekolah melakukan pengawasan ekstraketat sehingga hasil try out itu benar-benar mampu menggambarkan kemampuan siswa secara riil,'' katanya.
Melalui ujian pemantapan ini, pihaknya berharap peserta didik makin mantap menghadapi UN sehingga hasilnya maksimal. Dari hasil try out itu, pihak sekolah akan tahu pasti pada mata pelajaran mana saja siswa memiliki kelemahan mendasar sehingga potensial membuat mereka gagal pada UN. Pada mata pelajaran yang kedodoran itu, intensitas penguatan materi yang diberikan kepada siswa jelas akan digenjot sehingga kegagalan pada try out tidak sampai terjadi pada UN yang sesungguhnya. ‘’Untuk memperoleh nilai UN yang maksimal, memang harus melalui persiapan yang matang. Di Bali, persiapan menghadapi UN itu melalui ujian pemantapan,'' tegasnya. (putra)
03 Februari 2026
26 Maret 2026