Menu

Adindya, Siswi SMANSA Temukan Belatung dan ‘’Ancruk’’ untuk Antibiotik

  • Rabu, 08 Juni 2016
  • 1027x Dilihat

SMAN 1 Denpasar (SMANSA) dikenal banyak menyimpan peneliti muda. Hampir setiap tahun sekolah favorit di Bali ini melahirkan peneliti yang berprestasi, bahkan sampai ke tingkat internasional. Tahun ini, siswa Smansa Kadek Adindya Pradnya Putri, kelas XII MIA 8 Program Percepatan sukses mengharumkan Indonesia di kancah internasional dengan meraih medali perunggu dalam lomba ICYS (International Conference of Young Scientists) 2016 di Cluj-Napoca, Romania, belum lama ini.

Mengikuti lomba bidang life science pada ICYS yang ke-23 ini, Adindya harus bersaing dengan ratusan peneliti muda dari 28 negara. Ia membawakan hasil penelitian berjudul ‘’Insect Producing Antibiotic and Preliminary Assessment in Virious Species in Bali’’.

Ditanya soal inspirasi penelitiannya, Adindya mengaku terinspirasi dari perjuangan sejumlah peneliti dan pakar biologi dunia dari seperti lembaga penelitian Institut Fraunhofer untuk Biologi Molekular dan Ekologi Terapan di Gieben, Jerman, dan perusahaan raksasa farmasi Prancis, Sanofi, yang tengah berusaha mengembangkan obat baru untuk antibiotika. Ia pun berusaha melakukan penelitian yang sama untuk menemukan antibiotika dari berbagai bahan alami. Tetapi tidak dari tanaman, melainkan serangga.

Ia pun melakukan penelitian untuk empat serangga yang disebut bisa menjadi sumber antibiotik. Keempat serangga itu yakni belatung atau larva lalat botol hijau, ulat kelapa atau di Bali dikenal dengan nama ancruk, kroto, dan ulat sutra. Apalagi keempat serangga itu banyak ditemukan di Bali.

Investigasi potensi antibiotik dari empat serangga itu terus dilakukan dengan teliti. Bahkan, penelitian dilakukan di Lab Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, hampir tiga minggu dari 25 Januari sampai 12 Februari 2016. ‘’Dari percobaan yang saya lakukan, ditemukan zona inhibisi pada bakteri yang digunakkan yaitu gram positif dan gram negatif yaitu staphylococcus aureus dan escherichia coli,’’papar Adindya.

Adindya dengan lega mengatakan, dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa, serangga dapat digunakan sebagai antibakteri dan antibiotik. ‘’Belatung dan ulat sutra menunjukkan zona inhibisi terbesar, sedangkan serangga yang lain juga menunjukkan zona inhibisi terhadap bakteri. Ini  menunjukkan bahwa serangga memiliki potensi sebagai antibiotik yang sangat baik,’’ ulasnya.

Yang membanggakan, hasil penelitian Adindnya ini kini dibawa ke Jepang untuk penelitian lanjutan. ‘’Walau belum berhasil meraih medali emas, tetapi saya sudah berupaya melakukan yang terbaik untuk Indonesia, Bali, sekolah, keluarga dan orang-orang yang selama ini telah memberikan support,’’ ujar putri pasangan Kompol Nyoman Nuryana (Kasat Lantas Polresta Denpasar) dan Fitri Primayuni ini.

Prestasi Adindya tersebut membuat bangga Kepala SMAN 1 Denpasar, Drs. Nyoman Purnajaya, M.Pd. Karenanya ia berterima kasih kepada Adindya yang telah berhasil meraih prestasi di tingkat internasional.

‘’Fakta ini menunjukkan bahwa siswa Smansa memang benar-benar pintar dan memiliki kemampuan luar biasa. Selamat untuk Adindya, dan selamat pula untuk para guru pembinanya, Dra. Ni Nyoman Yuniati, M.Pd.,’’ ujar Purnajaya, sembari berharap prestasi seperti ini bisa dicapai oleh siswa Smansa lainnya.