SELAIN mengucurkan bantuan Beasiswa Miskin (BSM) bagi siswa SD, SMP dan SMA/SMK seluruh Bali, Disdikpora Bali juga berupaya mendekatkan akses layanan pendidikan bagi masyarakat miskin di pedesaan untuk menekan angka putus sekolah. Strategi yang dilakukan yakni menyediakan asrama di sejumlah sekolah bagi siswa miskin yang rumahnya jauh dari sekolah hingga peningkatan bantuan sarana prasanan dan fasilitas pendidikan bagi sekolah. "Tingginya jumlah siswa putus sekolah ini juga disebabkan karena kultur masyarakat kita. Banyak anak yang masih enggan bersekolah dan memilih membantu orang tuanya bekerja kendatipun sudah kita siapkan berbagai bantuan dari BOS dan BSM. Jadi kami harapkan para tokoh setempat seperti kelian banjar dan bendesa ikut memberi pemahaman kepada orang tua dan siswa agar lebih lama mengenyam pendidikan dan kami konsern membantu dengan berbagai program," kata Kadisdikpora Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani, Selasa (3/2).
Ia menambahkan inovasi dan gebrakan lainnya yang telah dilakukan pemprov untuk menekan angka siswa putus sekolah adalah dengan berdirinya SMAN Bali Mandara di Kubutambahan, Buleleng sejak 2011 silam yang telah memberikan pelayanan pendidikan bagi siswa miskin dan berprestasi mulai dari biaya pendidikan, biaya hidup disertai dengan asrama yang semuanya didanai penuh oleh pemerintah provinsi. Bahkan pertengahan tahun 2014 mulai dibangun SMKN Bali Mandara yang lokasinya bersebelahan dengan SMAN Bali Mandara. "Banyak siswa miskin berprestasi yang kami terima di SMAN Bali Mandara dan banyak yang mendapat tawaran untuk diterima di berbagai universitas ternama di luar negeri seperti Norwegia, Inggris, Belanda, dan Amerika Serikat sebelum mereka menamatkan pendidikan," pungkas TIA Kusuma Wardhani. (putra)
03 Februari 2026
26 Maret 2026