Menu

Disdikpora Latih Tenaga Operator Dapodik TK-SMP

  • Selasa, 17 April 2018
  • 2675x Dilihat

Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, menyelenggarakan pendataan dan pelatihan operator pendidikan dasar mulai dari jenjang TK, SD hingga SMP negeri dan swasta se-Kota Denpasar. Kegiatan dibuka Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Drs. I Wayan Sukana, di ruang Widya Utama Disdikpora Kota Denpasar, Senin (16/4) kemarin.

Menurut Wayan Sukana, pada era teknologi sekarang ini yang menjadi kunci itu adalah database, kalau data tidak valid maka hasil tidak akan maksimal. Karenanya melalui pelatihan ini para operator sekolah diharapkan mengikuti perkembangan data di sekolah masing-masing.

Sehingga, lanjut Wayan Sukana, dapat tercipta tata kelola data pendidikan yang terpadu dan menghasilkan data yang representatif untuk memenuhi kebutuhan dunia pendidikan di Kota Denpasar maupun nasional.

‘’Data pokok pendidikan disingkat dengan dapodik adalah suatu sistem pendataan yang memuat data satuan pendidikan, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan. Dan substansi pendidikan yang datanya bersumber dari satuan pendidikan yang terus menerus diperbaharui secara on line,’’ kata Wayan Sukana.

Dapodik juga merupakan aplikasi secara online untuk melihat data pendidikan, sehingga operator sekolah diharapkan mampu mengelola dapodik secara tepat. Dan Dapodik sebuah aplikasi yang perlu dikuasai oleh operator sekolah, sehingga data-data sekolah tersajikan dengan baik. ‘’Untuk itu, operator sekolah harus menguasai sistem pengisian dapodik secara benar dan tepat,’’ terangnya.

Wayan Sukana mengimbau kepada semua operator jenjang baik TK, SD dan jenjang SMP agar data yang ada itu dimasukkan dalam Dapodik harus benar benar data yang valid, akurat dan terpercaya. Operator dapodik dituntut memiliki legelitas tekanan mental, kejujuran akan data yang diimput dalam dapodik itu. ‘’Karenanya, pada masing masing satuan kerja harus memiliki sikap proaktif dalam mencari informasi untuk mendukung kelengkapan data-data pegawai yang diverifikasi melalui dapodik,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung dari 16 hingga 20 April mendatang, diikuti 593 peserta. Masing-masing terdiri dari operator TK sebanyak 292 orang, SD 232 orang dan SMP 69 orang.

Sementara Kepala Sub Bagian Perencanaan, Data, dan Pelaporan I Made Sudarya, SE., mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk memberikan informasi mengenai sistem manajemen pendataan pendidikan melalui aplikasi dapodik. Hal ini untuk memastikan bahwa seluruh warga terlayani dengan baik serta profesional dan transparan sesuai program nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bidang data pendidikan.

Sehingga perlu dilakukan pelatihan data yang harus melibatkan unsur dari Disdikpora dan operator sekolah yang bertanggung jawab mengelola data pendidikan tingkat kesatuan pendidikan. “Pemerintah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh mensejahterkan pendidik yang meliputi tunjangan dan sarana pendidikan bagi peserta didik,” tegasnya.

Maka dari itu, terang Made Sudarya, diperlukan data penunjang yaitu data Dapodik yang dijadikan pemerintah sebagai syarat bagi kegiatan kualifikasi, uji kualifikasi dan tunjangan, dana BOS pusat dan ujian nasional. Ia juga mengharapkan agar para tenaga operator sekolah harus bekerja dengan cerdas atau apa saja tugasnya dan bertanggung jawab dengan tugas-tugas yang diberikan sekolah ini merupakan salah satu contoh tepat.