Menu

Disdikpora Minta Perusahaan Beri Izin Karyawan Ikut UPK

  • Kamis, 09 Maret 2017
  • 2274x Dilihat

Mulai Senin (6/3) hingga Sabtu (11/3) mendatang, peserta didik pendidikan kesetaraan Paket C di Kota Denpasar mengikuti ujian pendidikan kesetaraan (UPK) Paket C tahun ajaran 2016/2017. Pelaksanaan ujian dilaksanakan di tiap-tiap Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Made Merta, mengatakan berdasar monitoring dalam dua hari pelaksanaan ujian, masih banyak ditemukan peserta tidak hadir ujian. “Ada yang sakit, ada juga yang tidak hadir karena mereka kesulitan mendapatkan izin mengikuti ujian dari perusahaan tempat kerja karena sebagian peserta kejar paket sudah bekerja,” katanya, Rabu (8/3) kemarin.

Menurutnya, para peserta yang sudah bekerja tidak perlu takut meminta izin ke perusahaan untuk mengikuti ujian Paket C. Sebaliknya, pihak perusahaan diminta untuk memberikan izin atau toleransi kepada karyawannya yang mengikuti ujian pendidikan kesetaraan, karena ini bagian dari hak karyawan untuk meningkatan kualitas pendidikan.

‘’Oleh karena itu, untuk menghindari hal yang sama saat Ujian Nasional Paket Kesetaraan (UNPK), kami minta perusahaan bisa memberikan ijin atau dispensasi pada karyawan untuk mengikuti ujian,’’ katanya.

Ia menyampaikan teknis pelaksanan ujian beserta mata pelajaran yang diujikan di Kejar Paket C sama dengan pendidikan formal jenjang SMA hanya saja untuk pelaksanaan ujian pendidikan kesetaraan Paket C sendiri dilaksanakan malam hari mulai pukul 17.00.

Di Denpasar ada 11 PKBM yang menyelenggarakan ujian pendidikan kaseteraan Paket C. Meliputi, PKBM Ki Hajar Dewantara, PKBM Cemerlang, PKBM Dharma Wangsa, PKBM Dharma Jati II, Saraswati SKB, Home Schooling Primagama, PKBM Niti Mandala Club, PKBM Ganesa, PKBM Agung, PKBM Tunas Bangsa, dan PKBM Harapan Bangsa.

Pada pelaksanaan ujian pendidikan kesetaraan Paket tahun ini peserta ujian Kejar Paket C rata-rata masih berusia muda yakni usia 25 tahun. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang masih didominasi dengan bapak-bapak atau ibu-ibu bahkan lansia.

Merta menjelaskan, pada UPK Paket C ini diujikan 12 mata pelajaran. Meliputi, Bahasa Indonesia, Geografi/Kimia, Matematika, Sosiologi/Biologi, Bahasa Inggris, Ekonomi/Fisika, PKn, Sejarah, Penjas Orkes, Agama, Bahasa Bali dan Seni-Budaya.