DENPASAR – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara sekaligus memperkuat pemahaman mengenai peran Rupiah dalam perekonomian nasional, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali menggelar program edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah Goes to School di SMP PGRI 2 Denpasar, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali beserta jajaran, serta melibatkan murid-murid dari SMP PGRI 2 Denpasar dan SLB Negeri 1 Denpasar.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kota Denpasar dan Bank Indonesia, khususnya dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi muda.
Menurutnya, program edukasi seperti Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah Goes to School menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter pelajar agar memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
“Di era digital dan perkembangan teknologi saat ini, generasi muda perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan, budaya menabung, transaksi yang bijak, serta kemampuan membedakan uang asli dan uang palsu,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut para pelajar diharapkan tidak hanya mengenal Rupiah sebagai alat pembayaran semata, tetapi juga memahami makna yang lebih luas sebagai simbol nasionalisme dan identitas bangsa.
“Melalui kegiatan Rupiah Goes to School, kami berharap siswa dapat memahami pentingnya menjaga dan merawat Rupiah dengan baik sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan negara,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam kesempatan tersebut berdialog secara langsung dengan para murid dalam suasana yang interaktif dan hangat.
Destry mengajak para pelajar untuk lebih mengenal Rupiah sekaligus memahami arti pentingnya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat transaksi, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan identitas bangsa Indonesia.
“Rupiah bukan hanya sekadar alat transaksi, tetapi juga merupakan simbol jati diri dan pemersatu bangsa bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Destry juga memperkenalkan tugas dan peran Bank Indonesia, mulai dari proses pencetakan, menjaga kualitas, hingga memelihara keberadaan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, Bank Indonesia berharap generasi muda semakin memahami pentingnya literasi keuangan sejak dini sekaligus menumbuhkan rasa bangga, cinta, dan peduli terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.(pk)
03 Februari 2026
26 Maret 2026