Menu

Guru Berkualitas Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013

  • Kamis, 10 Desember 2015
  • 901x Dilihat

Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., mengatakan, Kurikulum 2013 bukan hanya sebuah metode belajar untuk siswa saja. Tapi, menggiring guru untuk lebih aktif mendorong dan membangun motivasi serta potensi siswa.

‘’Kurikulum 2013 lebih mengedepankan improvement, peningkatan proses belajar. Tak cukup sekadar hasil seperti Kurikulum 2006. Sebenarnya, untuk saat ini Kurikulum 2013 yang paling cocok sebagai pembentuk karakter anak didik. Tiap tahap harus dikedepankan perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotoriknya,’’ ujar Wayan Supartha, saat membuka workshop review Kurikulum 2013 tingkat SMA program IPS di SMAN 2 Denpasar, Senin (7/12) kemarin.

Agenda workshop yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar ini berlangsung hingga 12 Desember mendatang. Workshop diikuti 100 guru mata pelajaran matematika, ekonomi, geografi, sejarah, sosiologi.

Menurut dia, penerapan Kurikulum 2013 menuntut guru lebih inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Guru yang berkualitas merupakan kunci dari suksesnya implementasi Kurikulum 2013 ini. Guru memberikan ilmu kepada siswa dan guru pun juga harus diberikan ilmu.

Pasalnya, kualitas itu tidak dibangun hanya dalam sekali jalan saja. Dan, langkah untuk membentuk guru yang berkualitas adalah dengan memberikan pelatihan secara berkala.

Bagaimana pun, ia menambahkan, guru adalah tempat memberikan inspirasi kepada siswanya. Maka, guru dilarang merasa paling pintar, karena ilmu pengetahuan terus berkembang.

Wayan Supartha menegaskan, proses pembelajaran Kurikulum 2013 yang mendorong siswa lebih aktif untuk melakukan pengamatan, diskusi, analisa, presentasi, dan seterusnya juga merupakan hal mudah. Jadi, Kurikulum 2013 membuat guru dan siswa keluar dari zona nyaman.

Namun, katanya, realitas itu akan teratasi melalui kebiasaan. "Kalau sulit itu memang ya, karena sesuatu yang baru itu memang begitu, apalagi keluar dari 'zona nyaman', tapi tujuannya baik untuk jangka panjang," katanya.

Oleh karena itu, ia meminta para guru untuk bersabar, karena apa yang dijalankan dalam Kurikulum 2013 itu untuk kepentingan generasi 2045 (100 tahun RI). ‘’Kalau kita mau susah sedikit untuk belajar, tapi hasilnya untuk kepentingan masa depan anak-anak kita, tentu baik. Daripada kita mau enak, tapi justru menyusahkan masa depan anak-anak kita, tentu tidak baik. Sabarlah," katanya.

Oleh karena itu, agenda workshop riview Kurikulum 2013 ini sebagai langkah mempercepat pembiasaan guru dengan Kurikulum 2013. "Kalau siswa, saya kira tergantung gurunya, kalau gurunya enak, tentu siswa akan senang," katanya.