UNTUK mendeteksi keikutsertaan siswa sekolah di Kota Denpasar ikut geng motor, guru di sekolah harus melakukan pengawasan ekstra. Ada ciri-ciri pada diri siswa yang harus jadi perhatian guru di kelas untuk memastikan ikut tidaknya siswa dalam geng motor.
Hal itu diungkapkan Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, Ir. Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta W.,MT., usai rapat pembahasan mengenai geng motor di kantor Disdikpora Kota Denpasar, Selasa (1/11) kemarin.
‘’Siswa yang ikut geng motor biasanya cenderung memiliki perilaku yang over. Ciri-cirinya antara lain, di kelas mereka selalu mengantuk atau tidur di kelas, sering bolos atau jarang mengerjakan tugas,’’ ujar Jimmy Sidharta.
Jika melihat ada siswa dengan ciri-ciri tersebut, guru harus melakukan penanganan dengan memberikan konseling melalui Bimbingan Konseling (BK) di sekolah. Guru BK diminta jeli kalau ada perubahan sikap siswa seperti itu, BK harus langsung melakukan pembinaan dan pengarahan.
Jika dalam penanganan tersebut memang diketahui siswa tersebut adalah anggota geng motor, maka sekolah segera memanggil orang tua. Jimmy Sidharta menegaskan, jangan membiarkan bibit-bibit kriminalitas atau premanisme berkembang di sekolah.
Jimmy Sidharta juga mengharapkan para orang tua dapat mencegah anaknya agar jangan ikut masuk kelompok geng motor yang selama ini meresahkan sejumlah warga Kota Denpasar dan melakukan berbagai kejahatan. ‘’Perananan orang tua sangat diperlukan meminimalisir kelompok geng motor yang berbuat keonaran di masyarakat,’’ kata dia.
Menurut dia, para orang tua juga memiliki tanggung jawab dengan cara menasehati dan mengawasi ekstra ketat anaknya agar tidak terpengaruh dengan kelompok geng motor. ‘’Orang tua juga berperan memantau aktivitas anaknya agar tidak melakukan perbuatan jahat dan melanggar hukum,’’ ujar Jimmy Sidharta.
Ia juga mengimbau para orangtua untuk menasihati anak-anaknya agar tidak keluyuran hingga larut malam. Menurutnya, kebiasaan itu bisa memicu pergaulan tidak baik, lalu bergabung dengan geng motor.
“Kami berharap orangtua selalu menasihati anak-anak agar tidak keluar malam sehingga tidak terjerumus dalam pergaulan negatif,” kata Asisten II Setda Kota Denpasar ini.
03 Februari 2026
26 Maret 2026