Menu

Hasil Ujian Sekolah Terkoordinasi Nilai Rata-rata Tertinggi Didominasi SD di Pedesaan

  • Sabtu, 21 Juni 2014
  • 59132x Dilihat
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali mendistribusikan hasil Ujian Sekolah Terkoordinasi (UST) SD tahun pelajaran 2013/2014 ke kabupaten/kota se-Bali, Jumat (20/6) kemarin. Tahun 2014 ini, UST SD diikuti 60.534 siswa yang tersebar pada 2.459  SD/MI negeri/swasta di Bali.
Menurut Kepala Disdikpora Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.M., khusus untuk UN SD, tidak menetapkan apakah seorang peserta dinyatakan lulus atau tidak. Pasalnya, kriteria kelulusan siswa SD sepenuhnya ditetapkan oleh dewan guru di masing-masing sekolah.
Dikatakan Wardhani, tahun ini Disdikpora Bali tidak menetapkan rekapitulasi nilai rata-rata per kabupaten/kota, namun hanya menetapkan prestasi tingkat sekolah. Berdasarkan rekapitulasi prestasi tingkat sekolah diukur dari nilai rata-rata untuk kelima mata pelajaran yang diujikan yakni Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS dan PKn, peringkat 10 besar terbaik di Bali didominasi oleh SD di pedesaan.
Prestasi terbaik diraih oleh SDN 7 Ungasan yang meraih nilai rata-rata UST untuk kelima mata pelajaran yang di-UST-kan dengan total nilai 46,94. Sedangkan posisi terbaik kedua hingga sepuluh masing-masing ditempati SDN 3 Buduk (46,93), SD Bali Public School Denpasar (46,45), SDN Singakerta (46,43), SDN 7 Darmasaba (46,40), SD Fajar Harapan (46,25), SDN 3 Melinggih Kelod (46,13), SDN 3 Mambal (46,13), SDN 2 Angantaka (45,82), dan SDN 5 Peguyangan (45,81). ’’Nilai akhir tertinggi UST Bahasa Indonesia yakni 10,00 dan terendah 3,00. Matematika tertinggi 10,00 terendah 1,00, IPA tertinggi 10,00  terendah 2,25, IPS tertinggi 10,00 teredah 1,60 dan PKn tertinggi 9,80 terendah 0,40,” katanya memaparkan.
Sementara predikat tiga besar nilai UST tertinggi di Bali untuk perseorangan diraih oleh lima siswa. Nilai UST tertinggi yakni 48,60 diraih oleh I Nyoman Omni Wipra Laksana Uttama dari SD Cipta Dharma Denpasar. Sedangkan peringkat kedua ditempati oleh dua siswa yakni Putu Eliza Sastira Sri Mahadevi (SD Cipta Dharma Denpasar) dan I Dewa Gede Punia Atmaja (SDN 17 Dauh Puri) dengan nilai UST 48,30. Sementara itu, dua siswa yakni Ni Putu Leonita Sari (SDN 1 Peguyangan) dan Ida Ayu Yadnyaningtias Permata Sari (SD Dwijendra Denpasar) berada di peringkat ketiga yang meraih nilai UST 48,25.
Wardhani berharap pihak sekolah berani mengambil sikap tegas dan tidak sampai melakukan rekayasa nilai untuk kelulusan siswa. Artinya, pihak sekolah harus berani tidak meluluskan siswanya yang memang belum memenuhi kompetensi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pasalnya, kelulusan siswa yang dipaksakan akan berdampak negatif pada proses belajar anak di jenjang pendidikan berikutnya. “Saya berharap, pihak sekolah tidak meluluskan siswa secara membabi buta,” katanya mengingatkan.