Menu

HUT Ke-41 SMAN 5 Denpasar Lahirkan Generasi yang Kreatif Berwawasan Global

  • Selasa, 13 Januari 2015
  • 2696x Dilihat
Perayaan HUT ke-41 SMAN 5 Denpasar (Smanela), Sabtu malam (10/1) lalu berlangsung semarak dan meriah. Puncak HUT ditandai pemotongan tumpeng oleh Kepala SMAN 5 Denpasar, Drs. Nyoman Winata, M.Hum., lanjut diserahkan kepada Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya. Puncak HUT diisi dengan penyerahan piala dan piagam pemenang lomba Smanela Cup dan aneka kreativitas seni siswa serta grup band Dialog Dini Hari dan Sound of Mirror.
Kasek Nyoman Winata mengatakan, semua aktivitas HUT dipusatkan di sekolah, bukan di hotel. Ini bertujuan untuk memperkenalkan Smanela lebih luas pada masyarakat, termasuk para alumnus yang hadiri di puncak HUT. Di antaranya, Wapolresta Denpasar, Nyoman Artana.
Di HUT ke- 41 ini, OSIS Smanela dan panitia HUT juga menyerahkan beasiswa kepada siswa SD di lingkungan Sidakarya dan anjang sana ke guru dan mantan guru yang sedang sakit. Tahun ini, Kasek Nyoman Winata juga sukses membentuk Ikatan Alumni Smanela dan dikukuhkan pada malam HUT. Ikatan alumni ini digagas Putu Arsana dan Kadek Suwitra.
Selain  menjadi sekolah sehat, sekolah adi wiyata mandiri dan sekolah lingungan, Smanela kini memperkokoh diri menjadi sekolah go internasional. Hal itu dilakukan dengan melakukan dialog dengan siswa di sejumlah negara seperti AS, London, Pakistan dan lain-lain lewat teleconference. Teleconference ini kerjasama  dengan Unesco. Inilah bagian dari sikon di era global. Anak-anak terlatih bahasa Inggris, percaya diri dan komunikatif, tegas Winata.
Kepada siswa, dia menegaskan jajaran Smanela konsisten menjalankan  Kurikulum 2013 (K -13). Apapun kurikulumnya, Winata menegaskan semua tergantung  SDM pelaksananya. Makanya dia menegaskan  siswa, guru dan karyawan komitmen dengan diri dan sama-sama belajar. Guru harus belajar metode di K-13, sementara siswa konsekuen menjalankan secara cerdas. Sebab, mau tak mau kita pasti menerapkan K-13. Dengan demikian tak lagi menimbulkan keterkejutan. ‘’Apa yang kurang perlu dievaluasi dan diperuat kontensnya,’’ujarnya.
Di sisi lain Smanela mendesak Pemkot Denpasar untuk segera melakukan pengadaan dan mendistribusikan buku-buku K-13. Di samping itu melakukan peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan dan implementasi K-13 dalam bentuk pendampingan. ‘’Segera didistribusikan dan jangan lama-lama,’’ujar Winata.
Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, menegaskan, Smanela yang menjadi sekolah favorit dengan ikon lingkungan juga diharapkan melahirkan alumni yang berkarakter dan pelaku  ekonomi kreatif.  Dia akan menjadi sekolah model integrasi satuan pendidikan dengan masyarakat lewat berbagai bentuk pengabdian masyarakat. Ini sudah dibuktikan anak-anak Smanela melalui peneliti mudanya mampu menciptakan iptek pembersih air sumur warga.
Inilah yang dikatakan IGN Eddy Mulya melahirkan anak-anak dan alumni Smanela yang memiliki sikap empati terhadap lingkungan. Sikap empati ini membentuk SDM bertanggung jawab yang akhirnya menciptakan SDM yang cerdas secara intelektual, sosial dan spiritual. Saat itulah Smanela akan menciptakan  generasi kreatif.
Soal K-13, IGN  Eddy Mulya menjelaskan hampir 100 persen semua jenjang pendidian di Denpasar siap menjalankan K-13. Hanya satu SMA yang masih pikir-pikir. Namun dia berpikir positif bahwa model pembelajaran K-13 pada dasarnya adalah menuju generasi yang kreatif.
Disdikpora juga konsisten memberi pendampingan kepada kasek, guru dan pegawas soal K-13. Makanya Denpasar ditetapkan LPMP Bali sebagai daerah terbaik menerapkan K-13. Sementara soal pengadaan buku, untuk SD dan SMP semester II sudah diterima sekolah. Untuk SMA/SMK dianggarkan di APBD 2015 senilai Rp 1,8 miliar, dan akhir Januari sudah diterima sekolah secara gratis. Makanya dia mengatakan tak ada alasan guru tak tahu materi ajar karena semua bisa diakses di internet. (putra)