Lulusan SMP diharapkan cermat dalam menentukan SMA negeri di Denpasar yang akan dijadikan pilihan untuk melanjutkan pendidikan. Pasalnya, pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2016/2017 ini, mereka hanya diperbolehkan memilih tiga dari delapan SMA negeri yang ada. Kabid Bina Program Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Made Merta, M.Si., mengatakan hal itu, Selasa(7/6) kemarin.
Kecermatan dalam memilih sekolah negeri ini, menurut Merta, sangat diperlukan. Lulusan SMP yang memiliki Nilai Ujian Nasional (NUN) relatif tinggi dan sebenarnya masuk ke dalam rentang nilai yang memenuhi syarat diterima di sekolah negeri, bisa saja mengalami kegagalan jika tidak cermat menentukan pilihan. ‘’Misalnya, mereka memilih tiga SMA negeri favorit sekaligus sebagai pilihan I, II dan III. Padahal, NUN yang dimilikinya sebenarnya bisa diterima di SMA negeri yang rentang nilai kelulusannya lebih rendah,’’ ujar Merta.
Mengacu data NUN yang diterima di delapan SMA negeri di Denpasar tahun pelajaran 2015/2016 lalu, Merta mencatat ada tiga SMA negeri yang paling “diburu” lulusan SMP. Ketiga SMA negeri favorit itu meliputi SMAN 1 Denpasar, SMAN 3 Denpasar dan SMAN 4 Denpasar. Karena diperebutkan mayoritas calon siswa baru, rentang NUN yang diterima di sekolah negeri itu sangat tinggi.
Sebagai gambaran, rentang NUN yang diterima di SMAN 1 Denpasar tahun lalu 373,0-392,0, SMAN 3 Denpasar (374,5-393,0) dan SMAN 4 Denpasar (377,5-394,0). Apabila ada calon siswa dengan NUN 370,5 menetapkan ketiga SMA negeri favorit itu sebagai pilihan I, II dan III, maka secara otomatis calon siswa tersebut gagal akan melanjutkan pendidikan di SMA negeri.
Padahal, dengan bermodal NUN 370,5 calon siswa tersebut sejatinya bisa melenggang dengan mudah untuk meraih satu “kursi” di lima SMA negeri lainnya di Denpasar. “Dari tahun ke tahun, persaingan memperebutkan SMAN 1, SMAN 3 dan SMAN 4 Denpasar memang paling ketat. NUN yang diterima pada ketiga SMAN negeri itu biasanya sangat tinggi. Guna menjaga peluang tetap bisa diterima di SMAN negeri, calon siswa diharapkan memilih salah satu dari tiga sekolah favorit itu sebagai pilihan I. Sementara pilihan II dan III, bisa memilih SMAN negeri lainnya di luar ketiga sekolah tersebut,” katanya mengingatkan.
Sebagai gambaran agar bisa menentukan pilihan dengan cermat, Merta menyarankan para lulusan SMP mengacu rentang NUN yang diterima di masing-masing SMA negeri di Denpasar pada PPDB tahun pelajaran 2015/2016. Dikatakan, calon siswa baru bisa memetakan sendiri zone kedelapan SMA negeri itu ke dalam tiga zone dengan berpatokan dari rentang NUN yang diterima tahun sebelumnya. Misalnya, Zone I untuk SMAN 1, SMAN 3 dan SMAN 4 Denpasar serta lima SMAN negeri lainnya masuk zone II dan zone III.
Nantinya, calon siswa baru memilih masing-masing satu SMA negeri di masing-masing zone sebagai pilihan I, II dan III. “Kalau mau lebih aman, calon siswa baru harus mampu memprediksikan di mana NUN-nya berpeluang lolos. Jangan memaksakan diri memilih ketiga sekolah favorit karena itu sama artinya mengurangi peluang untuk diterima di sekolah negeri. Terkecuali NUN yang bersangkutan berada di level aman yakni 390,00, boleh-boleh memilih ketiga SMA negeri favorit itu sebagai pilihan I, II dan III,” katanya mengingatkan.
Merta menambahkan, Disdikpora Kota Denpasar sudah menetapkan daya tampung delapan SMA negeri yang ada di Denpasar. Secara terinci, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, SMAN 7 dan SMAN 8 Denpasar akan menerima 400 orang siswa baru. Sedangkan SMAN 3 Denpasar menerima 280 orang siswa, serta SMAN 4 dan SMAN 6 Denpasar akan menerima 320 orang siswa baru. Dari kuota tersebut, 60 persen akan diperebutkan oleh calon siswa baru melalui seleksi NUN, 25 persen akan diperebutkan calon siswa yang memiliki prestasi akademis/non akademis dan penghargaan serta 15 persen lagi dijatahkan untuk siswa dari keluarga miskin dengan memenuhi segala persyaratan yang telah ditetapkan.
03 Februari 2026
26 Maret 2026