SMK TI Bali Global Denpasar membuka pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di GOR Basket Indoor KONI Bali, Senin (11/7) kemarin. Tercatat 558 siswa baru mengikuti MOS yang mengambil tema “Melalui MOS yang Sejuk, Sehat dan Berbudaya, KitaTumbuhkan Generasi Muda yang Berkarakter dan Peduli Lingkungan’’ini.
Pembukaan MPLS SMK TI Bali Global dihadiri Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof. Dr. I Made Bandem, MA.; Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Drs. IB Dharmadiaksa, M.Si.,Ak, dan Ketua STMIK STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan. Selama MPLS, SMK TI Bali Global Denpasar lebih menekankan pada penumbuhan 18 pendidikankarakter bangsa sehingga anak-anak mampu berbudi pekerti yang baik setelah berakhirnya kegiatan MPLS ini.
Kepala SMK TI Bali Global Denpasar, Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd., mengungkapkan, MPLS akan berlangsung hingga, Rabu (13/7) mendatang. Selama tiga hari, siswa baru dibekali sejumlah materi. Diantaranya, perkenalan teknologi informasi yang diberikan Ketua STMIK STIKOM Bali, perkenalan lingkungan sekolah dan karakter bangsa oleh Kepala Sekolah, materi kebersihan lingkungan oleh Dinas BLH/DKP, tata krama siswa oleh Ketua Komite Sekolah, wawasan KSPAN, serta materi kepemimpinan oleh Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti. “Hari Kamis nanti akan ada kegiatan PSN dan bakti sosial berupa penghijauan,’’ lanjutnya.
Murjana menuturkan, peserta MPLS tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, SMK pertama di Denpasar yang berbasis khusus di bidang IT ini memiliki total 1.555 siswa.“Peningkatan tidak saja dalam jumlah siswa, tapi juga ruangan kelas tahun ini. Di SMK TI Bali Global ada lima kompetensi keahlian yaitu Teknik Komputer Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia,Animasi dan Desain Komunikais Visual ,” jelasnya.
Murjana menambahkan, sekolah yang berdiri sejak 2006 ini didukung 108 dunia usaha dan dunia industri yang menyerap tamatan dan menerima siswa magang. Sekolah juga ditunjang sarana dan prasarana yang memadai dan representatif sehingga mempermudah siswa dan guru berinteraksi dalam proses belajar mengajar.
“Ditambah pula masing-masing kompetensi keahlian telah memiliki laboratorium komputer tersendiri. Dan untuk meningkatkan rasa iman dan taqwa siswa kepada Tuhan Yang Maha Esa, SMK TI Bali Global memfasilitasi tempat beribadah pada masing-masing pemeluk agama,” ujarnya.
Toleransi dalam beragama, lanjut Murjana, juga ditekankan dalam pelaksanaan MPLS SMK TI Bali Global. Seluruh rangkaian MPLS ditangani langsung oleh guru sesuai implementasi Permendikbu No. 18 Tahun 2016 tentang MPLS. Para siswa yang heterogen tersebut diharapkan bisa saling menghormati dan menghargai satu sama lain. “Kami minta agar menciptakan suasana shanti, damai, kondusif sehingga MOS betul-betul memiliki integritas dan jati diri yang baik,” ujarnya.
03 Februari 2026
26 Maret 2026