Menu

OSN Denpasar Diperebutkan 465 Siswa

  • Kamis, 12 Februari 2015
  • 6025x Dilihat
TERCATAT 465 siswa dari 23 SMA negeri/swasta se-Kota Denpasar, Rabu (11/2) kemarin mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kota Denpasar. Mereka bersaing ketat untuk menjadi yang terbaik guna merebut "tiket" menuju OSN tingkat Provinsi Bali.
Menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., ada sembilan bidang studi yang dikompetisikan meliputi Matematika melibatkan 60 orang peserta, Kimia (59 orang), Fisika (53 orang), Komputer (46 orang), Biologi (62 orang), Ekonomi (56 orang), Kebumian (39 orang), Geografi (52) dan Astronomi (38 orang).
Adapun pelaksanaan seleksi disebar di empat SMA negeri yakni Fisika, Matematika dan Kebumian di SMAN 5 Denpasar, Kimia dan Astronomi (SMAN 3 Denpasar), Ekonomi dan Komputer (SMAN 1 Denpasar), serta Biologi dan Geografi (SMAN 4 Denpasar). ‘’Seleksi ini bertujuan menjaring duta Denpasar yang akan diikutsertakan pada seleksi OSN tingkat provinsi," kata Wayan Suprtha saat memantau pelaksanaan seleksi OSN di SMAN 3 Denpasar, kemarin.
Wayan Supartha menambahkan, pada setiap bidang studi akan meloloskan tiga orang peserta terbaik untuk "bertarung" pada proses seleksi selanjutnya di tingkat provinsi. Mantan guru SMAN 4 Denpasar ini mengaku optimis duta Denpasar yang akan mengikuti seleksi di tingkat provinsi mampu tampil terbaik dan mampu memperebutkan "tiket" menuju OSN. "Berdasarkan hasil seleksi OSN tahun-tahun sebelumnya, duta Denpasar mendominasi pencapaian passing grade (standar nilai) yang dipersyaratkan untuk perebutan tiket OSN. Siswa-siswa Denpasar selalu mendominasi maju ke tingkat nasional," ujarnya.
Wayan Supartha menambahkan, materi seleksi OSN tingkat kota ini berupa soal multiple choice (pilihan ganda) dan esai dengan alokasi waktu tiap mata pelajaran antara 120 menit hingga 180 menit. Materi soal langsung disusun oleh pusat dan berlaku di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, pelaksanaan seleksi tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia digelar serentak. "Soal olimpiade dikirim dalam bentuk master soal ke seluruh provinsi yang selanjutnya digandakan oleh Dinas Pendidikan di masing-masing provinsi. Jadi, tingkat kesulitan soal itu seragam untuk seluruh Indonesia," tegasnya. (putra)