Pasraman kilat rutin dilaksanakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar setiap tahun. Lewat kegiatan pasraman ini diharapkan lahir tunas-tunas bangsa yang berbudaya serta berbudi pekerti dan mandiri sejalan dengan program nasional, revolusi mental.
Pada Rabu (12/10) pagi kemarin, ratusan siswa SMP se-kota Denpasar berkumpul di Pura Agung Jagatnatha Denpasar. Mereka mengenakan pakaian adat madya guna mengikuti pasraman kilat. Di awali sembahyang bersama, selanjutnya para sisya (sebutan untuk siswa yang mengikuti pasraman) mempraktikkan keterampilan yang didapatnya selama mengikuti pasraman.
Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kota Denpasar, I Made Raka, S.E., M.Si., Ak. mengatakan, pasraman kilat ini bertujuan untuk menumbuhkan pendidikan karakter yang berlandaskan pada ajaran agama Hindu. Ditambahkan, kegiatan ini lebih menekankan pada pembinaan budi pekerti anak, terlebih di era globalisasi seperti sekarang ini, dimana para siswa dihadapkan oleh berbagai dilema yang mengarah pada degradasi moral seperti kenakalan remaja, miras dan narkoba.
Dikatakan, pasraman kilat ini sebagai bentuk benteng bagi anak-anak dalam era globalisasi. Makanya, pasraman kilat ini dikatakan sangat stretegis untuk melatih anak-anak pada pendidikan karakter yang bersumber dari ajaran agama Hindu dan budaya Bali, sehingga Bali ke depan tetap ajeg.
Ditambahkan, pasraman ini sekaligus sebagai bentuk mengantisipasi prilaku nakal di kalangan pelajar. Makanya, Raka memandang pesraman kilat ini sangat pas untuk membentuk prilaku dan karakter anak yang positif. Karena dengan kegiatan pasraman para siswa akan bisa memadukan teori-teori yang didapat di sekolah.
‘’Dalam kegiatan pasraman ini mencakup tiga aspek penting yaitu pendalaman tatwa, etika dan praktik upacara. Selain itu, juga ditambah teori dan praktik agama untuk menghasilkan insan agama yang suputra sadhu gunawan,’’ ujarnya.
Ni Luh Komang Srik Wahyuni, salah seorang sisya dari SMPN 11 Denpasar di sela-sela kegiatan mengaku banyak manfaat didapatnya selama mengikuti pasraman. “Saya senang ikut pasraman ini, dapat banyak ilmu dan banyak teman,” ujarnya singkat.
Pada pasraman ini disampaikan materi yakni, bagaimana beragama Hindu sehari-hari yang disampaikan oleh Drs. Dewa Ketut Artana, materi etika dan moralitas Hindu oleh Drs. Cok Wisnu Wardana,M.Si., materi darma kriya oleh I Made Kariana, S.Sos.
Juga diisi praktik dharma kriya dan uparengga oleh Drs. I Ketut Sukayasa, dan praktik majejahitan oleh Drs. I Wayan Sumatra.
03 Februari 2026
26 Maret 2026