Tercatat 13.136 siswa mengikuti pemantapan (try out) Ujian Nasional (UN) tingkat SMP yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar. Pemantapan yang berlangsung dua hari (25-26 Februari 2019) itu, mengujikan empat mata pelajaran yang di-UN-kan meliputi bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, Drs. AA Gede Wiratama, M.Si., bersama Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan Pendidikan SMP, Ni Made Tirta Ariantini, S.Pd., M.Pd., memantau khusus pelaksanaan hari pertama pemantapan Senin kemarin di sejumlah SMP di Denpasar. Wiratama menyebutkan, tidak terjadi kendala krusial dalam pelaksanaan pemantapan UN tingkat SMP tersebut. ‘’Sejauh ini saya pantau tidak ada kendala ya. Saya harap kondisi itu berlanjut sampai nanti UN yang sebenarnya,’’ katanya.
Menurut Wiratama, pemantapan UN ini bertujuan untuk mempersiapkan anak didik menghadapi UN. Oleh karena itu, materi soal pemantapan dirancang sesuai dengan standar kompetensi lulusan (SKL) yang ditetapkan pemerintah pusat. Mata pelajaran yang diujikan disesuaikan dengan mata pelajaran yang menjadi materi UN. ‘’Yang lebih penting lagi, pemantapan UN SMP menerapkan variasi dua paket soal berbeda dalam satu ruangan,’’ katanya.
Wiratama menambahkan, penerapan dua paket soal berbeda dalam satu ruangan pada pemantapan itu bertujuan untuk membiasakan peserta UN masuk ke dalam suasana UN yang sesungguhnya. Akses kerja sama antarpeserta bisa dipastikan tertutup rapat, sehingga hasil pemantapan benar-benar mampu menggambarkan tingkat kesiapan siswa menghadapi UN mendatang.
‘’Dari hasil pemantapan ini, pihak sekolah akan bisa mengetahui secara pasti pada mata pelajaran mana siswa-siswanya memiliki kelemahan mendasar yang potensial membuat mereka tersandung pada UN,’’ ujarnya.
Walaupun UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan, akan tetapi Wiratama menilai, pemantapan ini masih sangat relevan untuk dilaksanakan. Alasannya agar para siswa dapat menakar kemampuan akademis yang telah didapatkan selama menempuh pendidikan, dengan sarana pemantapan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar.
‘’Saya nilai pemantapan ini masih relevan yang untuk dilaksanakan. Siswa jadi bisa tahu kemampuan mereka, sesuai dengan ilmu yang selama ini sudah didapatkan,’’ ucapnya.
Ia mengemukan, pemeriksaan jawaban siswa terhadap soal pemantapan tersebut semua hasilnya akan diberikan ke masing-masing sekolah untuk dievaluasi. Ia mempersilahkan sekolah untuk mencari kekurangan dan kelemahan dari pelaksanaan pemantapan ini dan apa yang menjadi kendala siswa selama pemantapan UN harus diketahui.
Ditegaskan, jika masih ada kekurangan, sesungguhnya masih ada kesempatan untuk melakukan perbaikan karena masih ada siswa waktu dari sekarang hingga pelaksanaan UN nanti pada 22-25 April 2019. Pihaknya sangat berharap masing-masing sekolah dapat melakukan perbaikan.
03 Februari 2026
26 Maret 2026