DENPASAR – Yayasan Penggak Men Mersi melaksanakan Workshop Rare Bali Festival 2024, yang bertema "Permainan Tradisional Bali, Mendongeng, dan Membaca Puisi" pada Senin (3/6/2024).
Acara ini dihadiri oleh Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, I Nyoman Suriawan, ST., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, serta perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Selain itu, turut hadir Ketua IGTKI PGRI Kota Denpasar dan Ketua Yayasan Penggak Men Mersi.
Dalam pidato pembukaannya, I Nyoman Suriawan, ST., menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Penggak Men Mersi atas inisiatif dan dedikasinya dalam melaksanakan workshop ini. Ia menekankan pentingnya acara ini dalam memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para peserta, khususnya para pendidik, tentang cara mendidik dan melestarikan permainan tradisional dan puisi Bali.
I Nyoman Suriawan, ST., juga menggarisbawahi nilai budaya yang terkandung dalam permainan tradisional sebagai warisan yang harus dijaga dan diteruskan kepada generasi muda.
Kabid Pembinaan Sekolah Dasar tersebut juga mengapresiasi kehadiran Bapak I Made Taro, seorang maestro permainan tradisional Bali, yang akan membagikan ilmu dan pengalamannya kepada para peserta. Hal ini dianggap sebagai kesempatan berharga bagi para peserta untuk belajar langsung dari ahli yang telah berkontribusi besar dalam pelestarian budaya Bali.
Dengan mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, I Nyoman Suriawan, ST., secara resmi membuka Workshop Rare Bali Festival 2024. Beliau berharap kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan para peserta tentang budaya Bali, tetapi juga menginspirasi mereka untuk terus melestarikan dan mengajarkan permainan tradisional serta puisi Bali kepada generasi mendatang.(pk)
puisi Bali kepada generasi mendatang.
03 Februari 2026
26 Maret 2026