Menu

Pengumuman Hasil PPDB, Ada yang Tinggalkan Kursi dan Salah Pilih Sekolah

  • Jumat, 10 Juli 2009
  • 47964x Dilihat
Beragam ekspresi ditunjukan calon siswa baru maupun orag tua siswa saat melihat hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2009/2010 melalui jalur evaluasi murni (NEM) untuk SMP negeri dan nilai ujian nasional (NUN) untuk SMA dan SMK negeri di denpasar yang diumumkan serentak di masing-masing sekolah kamis (9/7) kemarin. Ada yang tegang dan tidak sedikit yang sedih lantaran tak diterima di sekolah negeri. Menariknya, saat ketatnya persaingan perebutan mendapatkan kursi di sekolah negeri, ternyata ada calon siswa yang meninggalkan kursi SMPN yang didapat lantaran jauh dari tempat tinggalnya. Disamping itu banyak yang ditemukan siswa yang salah strategi mengambil pilihan sekolah, akibatnya mereka yang salah strategi menjatuhkan pilihan di sekolah negeri 'lari' ke sekolah swasta. Diah Fadelia misalnya, tamatan SDN 3 kesiman yang mengantongi NEM 26,25 dia sejatinya mendapatkan kursi di SMPN 9 Denpasar sesuai pilihannya. Di sekolah ini, NEM terendah yang diterima 26,00. Lantaran jauh dari tempat tinggalnya, kursi yang didapat Diah di SMPN 9 Denpasar terpaksa dilepas begitu saja. Diah justru memilih SMP swasta dengan alasan agar lebih dekat dengan rumah. Orang tua Diah Kariasih, ketika ditemui mendaftar di SMP PGRI 2 Denpasar mengatakan bahwa anaknya rela meninggalkan kursi SMPN dan memilih SMP swasta karena terlalu jauh dari rumah. Juga tidak ada angkutan umum ke SMPN 9 Denpasar yang berlokasi di Sanur itu. ''bagi saya, yang penting aman bagi anak-anak, ''tegas Kariasih. Jika dia meninggalkan SMPN yang didapat, lain dengan Diki Pratama Dinata, yang salah strategi menentukan pilihan. Tamatan SDN 17 kesiman yang mengantongi NEM 25,90 ini terpaksa gigit jari ketika melihat pengumuman di SMPN 8 Denpasar. Disekolah yang diidam-idamkannya itu namanya tak tercantum pada daftar siswa yang diterima lewat jalur NEM. Di SMPN 8 Denpasar, NEM terendah yang diterima 26,95. demikian pula dengan pilihan kedua di SMPN 9 Denpasar, NEM yang terendah yang diterima, 26,00. padahal jika Diki memilih SMPN 12 Denpasar, maka ia bisa mendapatkan kursi mengingat NEM yang diterima di sekolah itu 25,75. Nasib serupa dialami Agus Ariana Putra yang harus kandas dari pilihannya di SMPN 2 Denpasar dan SMPN 4 Denpasar. Tamatan SDN 3 Padangsambian yang mengantongi NEM 25,75 ini terpaksa melanjutkan ke sekolah swasta, mengingat di 2 sekolah yang dicita-citakan namanya tak tercantum pada daftar siswa baru yang diterima lewat jalur NEM. Di SMPN 2 denpasar, NEM terendah yang diterima, 26,00 sedangkan di SMPN 4 Denpasar, NEM terendah yang diterima 26,30. Ketika ditanya kenapa tak memilih SMPN 12 Denpasar, Agus mengaku ingin kumpul dengan teman-teman SD yang memilih di SMPN 2 dan SMPN 4 Denpasar. Padahal jika berani memilih SMPN 12 Denpasar, dia pasti diterima mengingat sekolah paling bontot di denpasar itu menerima NEM terendah 25,75 sesuai dengan NEM yang dikantonginya. Swasta diserbu Dua SMP PGRI favorit di denpasar yakni SMP PGRI 1 dan 2 Denpasar setelah PPDB di sekolah negeri diumumkan kewalahan menerima siswa baru. Di SMP PGRI 2 hingga siang kemarin sudah menerima 500 lebih siswa baru dari 600 orang yang di targetkan. Di SMP PGRI 1 Denpasar, dari jumlah pendaftaran mencapai 1000 lebih sudah mendaftar, kembali 400 orang lebih. Di SMK PGRI 3 Denpasar, PPDB sudah tutup sejak 2 hari lalu. Sekolah yang dipimpin Drs. Nengah Madiatnyana, M.M. Ini telah menerima 450 lebih siswa baru. ''kami sekolah pertama di Denpasar yang menutup pendaftaran,'' tandasnya. Sumber : DenPost.