Menu

Rai Mantra Buka MPLS, Hindari Perpeloncoan dan Tekankan Kepedulian Lingkungan

  • Selasa, 12 Juli 2016
  • 871x Dilihat

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun pelajaran 2016/2017 untuk jenjang SMP, SMA/SMK se-Kota Denpasar  dibuka secara resmi Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, di Lapangan Lumintang, Senin (11/7) kemarin.Pembukaan MPLS ditandai dengan pelepasan balon dan burung.

Rai Mantra mengatakan, sesuai dengan prinsip penyelenggaraan lingkungan sekolah yang sebelumnya dikenal dengan Masa Orientasi Siswa (MOS) telah diganti dengan MPLS yang mengacu pada Permendikbud Ri No.18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi siswa baru. Rai Mantra minta kesan-kesan MOS  tahun sebelumnya harus dihapus, jangan ada lagi perpeloncoa dan kegiatan harus lebih banyak ditekankan pada pengenalan lingkungan sekolah. Sehingga jangan sampai menimbulkan keluhan, menuai protes tidak saja bagi siswa baru, tetapi juga pihak orang tua.

Rai Mantra juga menjelaskan kegiatan MPLS sebagai salah satu upaya untuk pengenalan lingkungan yang baru serta berupa kegiatan positif untuk menghindari remaja dari pergaulan negatif, kenakan remaja, tawuran, perkelaian dan penggunaan berbagai jenis obat-obat terlarang. Maka dari itu kegiatan MPLS harus dikemas dalam bentuk yang menyenangkan tanpa meninggalkan penegakan disiplin untuk memunculkan kreativitas dan pikiran positif dalam rangka membangun karakter diri.  ‘’Saya meminta agar kepala sekolah, guru, dan orang tua ikut mengawasi  secara dekat kegiatan MPLS ini, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ harapnya.

Rai Mantra menambahkan, dalam MPLS peserta juga harus dianjarkan tentang pencegahan demam berdarah. Dengan cara membentuk jumantik-jumantik mandiri, artinya dalam memberantas jentik nyamuk tidak hanya mengandalkan petugas jumantik yang telah  ada karena diri kita sendiri harus menjadi jumantik.

Rai Mantra meminta agar para kepala sekolah agar berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Denpasar untuk melatih siswa-siswa menjadi jumantik mandiri, sehingga dari 21 ribu siswa akan mendapatkan 21 ribu jumatik mandiri di Kota Denpasar. Bahkan kemungkinan akan ada 21 ribu jumantik di setiap rumah.

Kabid Dikmen Dinas Pendidikan dan Pemuda Olah Raga Kota Denpasar Wayan Supartha menambahkan, jumlah  peserta MPLS ini sebanyak 21. 000 siswa dan dilaksankan mulai tanggal 11 hingga 13 Juli mendatang. Kemudian dilanjutkan dengan bakti sosial pada 14 Juli 2016 dengan kegiatan bakti penghijauan, pemberatasan sarang nyamuk di rumah-rumah penduduk yang ada di desa dan kelurahan sekitar sekolah. Dilanjutkan dengan kerja bakti di sekolah dan lingkungan sekitarnya.