SELURUH insan pendidik di Denpasar dituntut mampu bertindak selaku ujung tombak perubahan, baik di masyarakat maupun lingkungan pendidikan. Hal tersebut disampaikan Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali, P.Hd., pada seminar dan talkshow bertema ‘’Pendidikan Karakter dan Edukasi Publik’’ yang diikuti sekitar 600 insan pendidik se-Kota Denpasar di Gedung Natya Mandala, Kampus ISI Denpasar, Jumat (13/12) kemarin.
Seminar dan talkshow yang digelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar dan didukung AKSI Kota Denpasar, PGRI Kota Denpasar, MKKS SMP, SMA dan SMK Kota Denpasar tersebut dibuka oleh Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Acara juga dihadiri Ketua WHDI Bali, Nyonya Bintang Puspayoga; Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya; Ketua PGRI Bali, Dr. Gede Wenten Aryasudha, M.Pd.; Ketua AKSI Provinsi Bali, Dr. Wayan Rika, M.Pd.; Ketua PGRI Kota Denpasar, Drs. Nyoman Winata, M.Hum., serta Ketua AKSI Kota Denpasar, Drs. Nyoman Mudita, M.Pd.
Di acara yang dipandu Prof. Sri Suprapti itu, Prof. Rhenald Kasali memberi pandangan bahwa penerapan Kurikulum 2013 jangan dianggap sebagai masalah baru dalam pendidikan di Indonesia, khususnya di Kota Denpasar. Untuk mengatasi masalah perubahan kurikulum tersebut, seluruh komponen pendidikan harus membuka pikiran secara global dengan merubah cara pandang.
Menurut Rhenald Kasali, perubahan cara pandang ini tidak akan terjadi bila di dalam diri tenaga pendidik tidak mampu bertindak kreatif. Oleh sebab itu, seluruh insan pendidikan di Kota Denpasar diajak merubah paradigma yang ada dan tampil sebagai ujung tombak perubahan.
Lebih lanjut Rhenal Kasali mengatakan, dalam dunia pendidikan yang terpenting adalah bagaimana membangun karakter. Untuk itu pembangunan karakter harus dimulai sejak usia dini. Kenapa demikian membentuk karakter seseorang tidak cukup hanya dalam waktu sehari. Perlu waktu yang cukup lama, terkonsep, terarah dan berkesinambungan disamping materinya harus terlihat nyata tidak sebatas teori saja, ucapnya.
Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya mengungkapkan, sejalan dengan penerapan Kurikulum 2013, perlu adanya penajaman dari implementasi Kurikulum 2013 tersebut yang berlandaskan pembangunan sebuah karakter building sejak anak usia dini hingga pendidikan menengah. Melalui talkshow ini seluruh komponen pendidikan di Kota Denpasar diharapkan mendapat masukan dan tidak apriori terhadap penerapan kurikulum baru tersebut.
Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, berpesan seluruh tenaga pendidik di Kota Denpasar lebih mengkedepankan pendidikan karakter sebagai sebuah upaya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Walikota meminta guru di Denpasar cermat menerapkan Kurikulum 2013 yang sangat apresiasi dengan kearifan lokal Bali.
Ditegaskan, Pemkot Denpasar tetap pro dengan kearifan lokal, baik dengan bahasa Bali maupun muatan seni tradisinya. Alasannya, kita tak hanya mencetak manusia cerdas secara logika, namun juga manusia kreatif yang sejak dini mampu mengantisipasi tantangan global.
Rai Mantra berharap maindset para guru seperti kemampuan intekektualitas, emosional dan spiritual mampu terkendali dengan baik dan menjadi mesin pendorong dalam melakukan sebuah perubahan. “Untuk itu guru harus menjadi bagian dari perubahan tersebut,’’ ujarnya.