Menu

S16MATANGI Festival Jadi Puncak Kegiatan Kokurikuler SDN 16 Kesiman

  • Jumat, 13 Maret 2026
  • 116x Dilihat

DENPASAR – SDN 16 Kesiman menggelar S16MATANGI Festival pada Jumat (13/3/2026) sebagai puncak kegiatan kokurikuler tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti oleh seluruh murid SDN 16 Kesiman sebanyak 306 orang.

Festival ini menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus mengembangkan delapan dimensi profil lulusan, serta memperkuat upaya pelestarian seni dan budaya Bali di lingkungan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat tiga agenda utama yang ditampilkan, yakni kreasi ogoh-ogoh, kreasi tari, dan kreasi tabuh. Ketiga unsur seni tersebut dipadukan dalam sebuah pertunjukan kolaboratif yang menggambarkan kreativitas dan kekompakan para murid.

Kepala SDN 16 Kesiman, I Wayan Kiyonegara, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat, khususnya dalam bidang seni budaya Bali.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan S16MATANGI Festival ini. Sekolah sudah memberikan ruang yang luas kepada siswa untuk menyalurkan bakat dan minatnya dalam mengajegkan seni budaya Bali. Kami berharap kegiatan ini dapat dikembangkan di tingkat gugus sehingga kolaborasi antar sekolah segugus dapat terjalin lebih erat. Jika tantangan ini dapat diwujudkan, maka kami akan memberikan penghargaan atau reward kepada peserta lomba,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia menilai kegiatan seperti ini penting untuk memberikan ruang bagi murid agar dapat berkreasi dan berinovasi melalui kegiatan seni budaya.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena memberikan ruang kepada murid-murid untuk dapat berkreasi dan berinovasi dengan baik,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, serta kecintaan terhadap seni budaya daerah.(pk)