Menu

Siswa dan Guru SMK PGRI 6 Denpasar Dites Urine

  • Selasa, 03 Februari 2015
  • 4829x Dilihat
SEBANYAK 100 siswa dan guru SMK PGRI 6 Denpasar, Selasa (2/2) menjalani tes urine di sekolah setempat. Upaya itu merupakan bagian upaya Badan Narkotika Narkotika (BNN) Kota Denpasar dalam Pencegahan dan Pemberantasan terhadap Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) baik di lingkungan sekolah, kampus, lingkungan kerja maupun masyarakat secara umum.
‘’Tentunya semua berpeluang. Terlebih kasus narkotika sekarang banyak melibatkan umur-umur yang produktif,’’ terang Kasi Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas) BNN Kota Denpasar, I Gusti Agung Putra Wijaya, S.H.
Kegiatan tes urine yang pertama di tahun 2015 ini, menurut Agung Putra, merupakan bentuk peran serta siswa SMK dalam menciptakan lingkungan bebas narkoba. Tes urine ini juga dilakukan sebagai upaya untuk mendeteksi dini penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar sekaligus sebagai upaya untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba.
Sebelum tes urine, seluruh peserta terlebih dahulu diberi pengarahan tentang tujuan dilakukan tes urine, termasuk tentang bahayanya narkoba. Agung Putra Wijaya didampingi Kasi Berantas, AKP Wayan Darmika, berharap agar kegiatan ini bisa menjadikan pelajar lebih berhati-hati dan mampu membentengi diri mereka dari ancaman bahaya narkoba. ’’Ada tujuh sekolah sasaran yang akan disambangi untuk menggelar tes urine pada tahun 2015 ini,’’ terangnya.
Kepala SMK PGRI 6 Denpasar, Drs. Wayan Sukarta, menyambut baik kegiatan tes urine yang dilakukan oleh BNN Kota Denpasar ini dan berharap agar kegiatan ini bisa rutin dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Menurut Sukarta, generasi penerus bangsa ini tidak hanya harus cerdas dan berprestasi, tetapi juga harus sehat dan bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Wayan Sukarta mengharapkan adanya  kerjasama lebih lanjut terkait program BNN dalam upaya meminimalisir pengedaran Narkoba khususnya di kalangan pelajar. Menurutnya, harus menjadi program lanjutan yang intens agar  upaya pencegahan sedinimungkin bisa dilakukan. ‘’Sekolah tentunya hanya bisa mengawasi sampai siang saja dan selebihnya siswa bergaul di lingkungan masyarakat,’’ pungkasnya.
Sementara itu, hasil tes urine terhadap siswa dan guru SMK PGRI 6 Denpasar ini keseluruhan dinyatakan negatif.