Siswa Smansa Tewas Tersengat Listrik di Sekolah
Nasib tragis dialami siswa SMAN 1 Denpasar, I Nyoman Bayu Krishna. Ia tewas tersengat listrik saat mempersiapkan lighting panggung pementasan Malam Apresiasi Sastra (MAS) Smansa di aula sekolah setempat, Selasa (17/1) lalu, sekitar pukul 18.00. Siswa kelas XI IPA 9 meninggal dunia saat mendapatkan penanganan medis di RS Puri Raharja.
Kontan saja peristiwa tragis itu menggemparkan keluarga besar Smansa. Pantauan DenPost di Smansa, Rabu (18/1) kemarin, suasana duka tampak menyelimuti seluruh warga sekolah. Sejumlah karangan bunga ucapan belasungkawa juga tampak berderet di lobi sekolah. Ucapan belasungkawa itu datang dari Disdikpora Kota Denpasar, dari SMAN 1 Denpasar dan beberapa instansi lainnya.
Informasi yang berhasil dihimpun DenPost, saat musibah terjadi sejumlah anggota Teater Angin Smansa mempersiapkan panggung dan segala sesuatunya untuk kepentingan acara MAS, yang menurut rencana akan berlangsung 24-25 Januari mendatang.
Wakil Ketua II Teater Angin Smansa, Risky Pratama didampingi Ketua Teater Angin Ledy, mengatakan saat kejadian korban hendak menambah titik lampu dengan menyambung kabel pada titik lampu yang lain. Padahal, menurut Risky sambungan listrik di demer sudah dicabut. Tetapi, saat korban hendak mengikat sambungan ke perangkat lighting, tiba-tiba tangannya tersetrum.
Pada saat menyambung listrik, korban dalam posisi duduk dengan kedua kaki melajur ke depan menghadap ke seletan. Begitu tersetrum, tubuh korban langsung terhempas ke belakang dan terjatuh ke lantai. Menyaksikan korban dalam kondisi terkapar, teman-temannya langsung melarikannya ke RS Puri Raharja. Takdir berkata lain, sekitar pukul 19.00, korban yang tinggal di Jalan Bung Tomo VII No. 15, Denpasar itu, menghembuskan nafas terakhir.
Dikatakan Risky, urusan sambung menyambung listrik untuk kepentingan tata lighting panggung pementasan, sudah biasa dilakukan Bayu Krishna. Tapi, kali ini naas menimpanya.
Wakasek Manajemen Mutu SMAN 1 Denpasar, Drs. Nyoman Purnajaya, M.Pd., mengatakan, ada dugaan saat korban menyambung kabel masih ada daya kecil yang membuat korban terkejut dan kemudian meninggal dunia. Dikatakan Purnajaya, pihak sekolah dan keluarga sudah mencoba untuk memahami kalau inilah jalannya, semua sudah ditentukanoleh-Nya (Tuhan). Apalagi kegiatan MAS sudah berlangsung bertahun-tahun dan tidak pernah terjadi sesuatu. Pihaknya juga mengucapkan duka yang mendalam atas musibah tersebut, staf, guru dan perwakilan siswa juga turut melayat ke rumah duka di Klungkung.
Plt. Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, juga menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian almarhum. Atas musibah ini, ia mengingatkan ke depan agar semua pihak lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas kesiswaan. ‘’Tetapi, jangan sampai karena trauma, kejadian ini justru menumpulkan kreativitas siswa,’’ kata Eddy Mulya didampingi Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Denpasar, Ketut Sarjana, Wakasek Manajemen Mutu Nyoman Purnajaya, Wakasek Humas Made Suarya dan sejumlah guru Smansa