SMAN 4 Denpasar (Foursma) memang pas dijuluki sekolah serba bisa. Tempat berkumpulnya siswa berotak cerdas namun juga berbakat dalam seni. Tahun ini, Foursma sukses memboyong piala bergilir Pekan Seni Remaja (PSR) serangkaian Porsenijar Kota Denpasar 2016, dengan memperoleh medali 8 emas, 8 perak dan 4 perak.
Piala bergilir PSR itu diserahkan oleh siswa kepada Kepala SMAN 4 Denpasar, Dr. Wayan Rika, M.Pd., Senin (2/5) kemarin, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Rika pun menyambut dan menerima piala bergilir PSR itu dengan senyum mengembang dan mengatakan prestasi ini sangat luar biasa.
Di ajang PSR ini, seniman Foursma unggul di sembilan cabang lomba. Delapan medali emas masing-masing diraih di lomba melukis dengan dua emas oleh Ivan Teja Dinata dan Widya Savitri Dewi. Di lomba nyurat aksara Bali, Made Wirawan mempersembahkan satu emas.
Medali emas berikut diraih di lomba lagu pop solo yang dipersembahkan oleh IGN Bagus Jaya Wisesa dan Putu Indira Pradnya Paramitha. Makekawin oleh Kadek Ari Putri Sanjiwani dan Sita Aditya, puisi oleh Bayu Wedanta Netra, serta dharma wacana dipersembahkan oleh Ni Luh Putu Ratih Sukmadewi.
Sementara delapan medali perak diraih di lomba melukis, nyurat aksara Bali, gender wayang berpasangan, puisi, rindik berpasangan, makekawin, dan dharma wacana. Sedangkan empat medali perunggu diraih di lomba melukis, nyurat aksara Bali, dan tari Legong Kuntul.
Di cabang olahraga, atlet Foursma mengoleksi 7 emas, 5 perak dan 10 perunggu. Tujuh medali emas masing-masing dipersembahkan di panjat tebing meraih 3 emas, disusul 2 emas di taekwondo, serta masing-masing 1 emas di renang dan tenis lapangan.
Atas prestasi juara umum PSR ini, tak lupa Wayan Rika menyampaikan terima kasih dan bersyukur perjuangan anak-anaknya mampu membuahkan hasil maksimal dan memuaskan semua warga sekolah. Rika didampingi Wakasek Kesiswaan Made Sudana, S.Pd., M.Pd., menekankan apa yang dihasilkan oleh siswa Foursma adalah buah dari tempaan disiplin dalam berlatih, dan disiplin guru dalam membina anak-anaknya untuk berprestasi.
Sekolah sebagai pusat budaya, katanya, adalah strategi SMAN 4 Denpasar dalam mengembangkan seni budaya di kalangan para siswa. Sekaligus sebagai ajang evaluasi keterampilan yang dikembangkan di sekolah. Sebab, pembangunan nilai seni dan budaya harus disinergikan dengan akademik.
03 Februari 2026
26 Maret 2026