Prestasi gemilang diraih kontingen SMAN 5 Denpasar (Smanela) pada Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kota Denpasar. Untuk pertama kalinya, Smanela berhasil membukukan prestasi juara umum III tingkat SMA, dengan 20 emas, 12 perak dan 17 perunggu.
Kepala SMAN 5 Denpasar, Drs. Nyoman Winata, M.Hum., dengan penuh rasa bangga dan haru menerima piala Porjar dari Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra saat penutupan Porsenijar di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (25/4). Melengkapi prestasi juara III Porjar, atlet volinya Ni Putu Sumira Prilla Dewi terpilih sebagai atlet terbaik putri tingkat SMA/SMK.
Dari 20 medali yang diperoleh kontingen Smanela, cabang taekwondo menjadi penyumbang medali terbanyak yaitu 8 emas, 1 perak dan 3 perunggu. Disusul, cabor cricket dengan empat emas dan 3 perak, disusul silat mempersembahkan 4 emas dan 1 perak, atletik dengan 1 emas, 2 perak dan 6 perunggu, serta masing-masing 1 emas dipersembahkan cabor base ball, voli dan voli pasir.
Sementara di cabang seni, Smanela berada diposisi keenam dengan mengoleksi dua medali perak. Prestasi itu dipersembahan dari lomba makekawin oleh AA Made Anom Wira Kusuma dan Dwiki Adiguna, serta dari lomba busana adat ke pura oleh Putra Suryawan dan IGA Putu Krisnawati.
Ketua Panitia Porsenijar Smanela, Wayan Sumadita didampingi Ketua OSIS SMAN 5 Denpasar, AA Bagus Alit Sidhi Mantra, mengakui prestasi di Porjar tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Bahkan untuk cabang taewondo selalu mempersembahkan prestasi membanggakan. Prestasi ini kata Sumadita berkat dukungan OSIS, pembina dan orangtua siswa. Ini yang ia sebut kerjasama yang baik untuk membangun prestasi sekolah.
Prestasi di Porsenijar menjadikan prestasi Smanela makin lengkap. Selain menjadi sekolah sehat, sekolah adi wiyata mandiri dan sekolah lingungan, Smanela kini memperkokoh diri menjadi sekolah go internasional. Hal itu dilakukan dengan melakukan dialog dengan siswa di sejumlah negara seperti AS, London, Pakistan dan lain-lain lewat teleconference. Teleconference ini kerjasama dengan Unesco.
Inilah bagian dari sikon di era global. Anak-anak terlatih bahasa Inggris, percaya diri dan komunikatif. ‘’Kami berharap kontingen Smanela tak cepat berpuas diri dengan prestasi yang diraih tahun ini. Prestasi ini, dijadikan cambuk untuk lebih berprestasi di tahun berikutnya,’’ujar Kasek Winata.
Kadisdikpora Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya, juga memberikan apresiasi dan penghargaan atas prestasi yang diraih Smanela. Hasil yang dicapai Smanela ini merupakan jawaban dari proses yang dilakukan dengan kerja keras, kerja cerdas dan kerja iklas. Smanela yang sudah unggul disegala bidang diharapkan mampu unggul sepanjang massa. (putra)