Menu

SMAN 8 Denpasar Menuju Sekolah Berprestasi

  • Selasa, 22 Desember 2009
  • 3258x Dilihat
Denpasar (Bali Post) SMAN 8 Denpasar kini memposisikan diri menuju sekolah berkualitas dan berprestasi. Salah satu langkah yang diambil melibatkan guru mengikuti workshop bertema ''Menghadapi tantangan paradigma baru menuju profesionalisme guru''. Workshop dibuka Kadisdikpora Kota Denpasar Drs. Gusti Lanang Jelantik, M.Si., Senin (21/12) kemarin. Menurut Ketua Panitia Drs. IGA Made Mudana, M.Si., workshop yang diikuti 67 guru ini untuk menjadikan SDM guru memenuhi standar pendidikan nasional. Di samping itu, melatih guru menyusun RPP dan pengajaran yang berbasis pada kualitas. Materi yang disajikan di antaranya pengembangan profesi guru oleh IGK Tribana. Kepala SMAN 8 Denpasar Drs. Ida Bagus Ngurah, M.Si. mengungkapkan untuk menjadikan SMAN 8 Denpasar sebagai sekolah berkualitas diperlukan kerja sama dan komitmen semua pihak. Guru sebagai aktor kunci, harus menjadi panutan mencetak siswa berprestasi, baik di akademis maupun non-akademis. Ia akui masih banyak yang perlu diperbaiki. Soal potensi menjadi sekolah berprestasi dan RSBI, katanya, sangatlah besar. Saat ini sejumlah prestasi diraih siswanya di tingkat lokal dan regional. Lewat workshop ini para guru ditantang untuk bekerja lebih profesional dan berlomba menghasilkan lulusan berkualitas. Di acara yang dihadiri Ketua Komite SMAN 8 Denpasar A.A. Gede Widiada itu, Kadisdikpora Kota Denpasar Drs. Gusti Lanang Jelantik, M.Si. membenarkan untuk menjadikan SMAN 8 tampil berkualitas dan berprestasi diperlukan komitmen guru untuk maju. Guru yang mendesain pembelajaran mengacu pada kurikulum. Dari tangan guru yang berkualitas akan lahir siswa berprestasi. ''Harus ada motivasi kuat dari guru untuk sukses,'' ujarnya. Untuk bisa maju di sekolah ia harapkan tak ada dikotomi guru yang sudah sertifikasi dan yang belum. Tak boleh ada istilah guru yang belum disertifikasi ngambul. Komitmen untuk berjuang dan maju tersebut dijaga dibarengi dengan kesadaran meningkatkan kualitas diri. Selain faktor guru, juga perlu diperhatikan faktor sarana, siswa, kurikulum dan lingkungan. Jika kelima hal ini dimanajemen dengan baik, ia yakin bisa menjadi sekolah bermutu. (025) Sumber : Bali Post