Menu

SMK Bali Dewata Lahirkan Generasi Cinta Tanah Air

  • Senin, 18 Mei 2015
  • 5242x Dilihat
Serangkaian memperingati Bulan Pendidikan, SMK Bali Dewata menggelar seminar Pendidikan Pemuda Pemimpin Bangsa (P3B), Jumat (15/5) lalu. Seminar dibuka Kabid Dikmen Disdikpora Kota Denpasar, Drs. Wayan Supartha, M.Pd., menghadirkan pembicara Ketua Karang Taruna Kota Denpasar, Ngurah Ariawan dan AA Wirawan dari KNPI Bali.
Kepala SMK Bali Dewata, I Made Arka, S.Pd., M.Pd., mengatakan, seminar ini merupakan salah satu agenda SMK Bali Dewata. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pembelajaran kepada generasi muda terkait sistem organisasi. Lebih dari itu untuk menumbuhkan rasa kritis agar membentuk pemuda yang berkualitas dan menanamkan rasa idialisme serta cinta Tanah Air.
Yang istimewa, seluruh  kegiatan ini diorganisir OSIS SMK Bali Dewata. Kegiatan ini sekaligus sebagai media memperkenalkan keberadaan SMK Bali Dewata sebagai sekolah pariwisata yang tengah berkembang di Jalan Ahmad Yani, Peguyangan, Denpasar Utara.
Ketua Karang Taruna Kota Denpasar, Ngurah Ariawan, menegaskan, generasi muda di era globalisasi saat ini harus saling asah, asih dan asuh. Rasa persaudaraan di antara generasi muda harus semakin kuat. Karena menurut dia, tugas generasi muda ke depan akan semakin berat di tengah gempuran budaya asing.
Sementara AA Wirawan dari KNPI Bali menekankan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Ia menyatakan, betapa pentingnya kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama berkaitan dengan pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.  
Kabid Dikmen Wayan Supartha, event ini sangat prestius dan strategis. Seminar ini merupakan salah satu cara untuk menyosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada generasi muda seperti pelajar. Langkah ini dinilai sangat strategis dalam menanamkan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Ia juga menyatakan salut dengan agenda ini sebagai bentuk pencitraan sekolah kepada masyarakat. Program ini sangat bermanfaat untuk promosi sekolah dan mengerem tindakan negatif di kalangan  remaja. Karena itu, Wayan Supartha menekankan generasi muda harus memahami dan mampu menjalankan konsep Tri Kaya Parisudha yakni berpikir, berkata dan berbuat yang baik.
Selain sukses menggelar acara seminar, SMK Bali Dewata yang bernaung dibawah Yayasan Pendidikan Gita Asrama Mandala juga sukses pada Ujian Nasional (UN). Hasil rapat dewan guru menyatakan seluruh siswa lulus 100 persen. Tampil sebagai lulusan terbaik adalah Ni Wayan Widhi Astari dengan nilai 354,7.
Tahun ini SMK Bali Dewata juga meraih prestasi juara II Prusaking se-Bali diukir oleh Putu Novi Puspita Ningsih.   Kelulusan 100 persen juga dicapai “saudara kembar” SMK Bali Dewata yakni SMK Kesehatan Bali Dewata. Tampil sebagai lulusan terbaik Made Ayu Vivi Widyathi dengan nilai 364,9.
Tahun ajaran baru iSMK Bali Dewata merekrut 300 siswa baru untuk program Akomodasi Perhotelan, Jasa Boga dan Multimedia. Biaya awal pendidikan sangat terjangkau hanya Rp 2.175.000 sudah termasuk pengembangan akademis, seragam, MOS, SPP Juli dan uang gedung. Pendaftaran dibuka hingga awal Juli 2015. (putra)