Kepala SMPN 1 Denpasar, Drs. A.A. Gede Agung Rimbya Temaja, M.Ag., Kamis (9/6) kemarin, melepas 459 siswa kelas IX. Pelepasan siswa berlangsung penuh suka cita karena hasil ujian nasional (UN) tahun ini SMPN 1 Denpasar kembali sukses tampil terbaik di Bali.
SMPN 1 Denpasar sukses mempertahankan reputasinya sebagai sekolah terbaik di Bali dengan meraih ranking I nilai rata-rata UN yakni 354,76. Selain itu, siswanya Komang Devani Manis Mastithi meraih ranking III nilai UN tertinggi di Bali yakni 391,0.
Hasil UN tahun ini, sebanyak 187 orang siswa meraih nilai sempurna atau 100, masing-masing 134 orang siswa meraih nilai 100 untuk bidang studi matematika, 50 orang siswa bidang IPA dan tiga siswa di bahasa Inggris. Juga diumumkan 10 besar peraih nilai tertinggi UN yang diperoleh 27 orang siswa.
Saat acara pelepasan kemarin juga diserahkan penghargaan kepada siswa berprestasi di bidang non akademis. Mereka yang berprestasi yakni, I Made Ricky Menyen Wahyutama bidang olahraga, Putu Dharma Aditya Putra bidang seni dan Pradnya Paramitha Taqiyyaa bidang organisasi.
Kepala SMPN 1 Denpasar, A.A. Gede Agung Rimbya Temaja, puas dengan hasil UN tahun ini. Keberhasilan mempertahankan prestasi ranking I nilai rata-rata UN di Bali dan tiga besar nilai UN murni tertinggi merupakan hasil kerja keras, kerja cerdas, kerja iklas dan kerja tuntas para guru dalam mentransper ilmu pengetauan sehingga mereka siap menghadapi UN dengan hasil sangat memuaskan.
Dengan nilai rata-rata tertinggi di Bali, kata Rimbya Temaja, merupakan kesempatan emas bagi siswanya merebut kursi di SMA negeri unggulan, karena rata-rata nilai siswa ada angka sembilan. ‘’Tahun lalu 85 persen siswa kami berhasil meraih kursi di SMA negeri unggulan. Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih dari itu,’’ ujarnya.
Ketua Komite SMPN 1 Denpasar, Wayan Sugita mendukung penuh kegiatan PBM di SMPN 1 Denpasar dan mengapresiasi perjuangan guru mengantarkan siswa menjadi terbaik dalam UN. Ia mengatakan, pendidikan merupakan suatu hal yang bisa mengubah wajah dunia. Dasarnya adalah pengetahuan sebagai kekuatan.
Kepada lulusan SMPN 1 Denpasar, ia berpesan teruslah menuntut ilmu setinggi-tingginya, karena proses pendidikan adalah berjalan selama hidup (long life education). Ia yakin, lulusan SMPN 1 Denpasar mampu menjadi pemenang dalam kehidupan.
Sugita menyebutkan, ada tiga proses dalam kehidupan. Pertama adalah impyerno saat penderitaan, selanjutnya purgatoryo tempat dimana kita dididik dan disucikan di tempat suci yang disebut lembaga pendidikan. Terakhir lahirkan anak yang suputra dan sujana yang disebut paradise (sorga). Kuncinya, selalulah berpegang pada pendidikan dan kejujuran yang utama.
03 Februari 2026
26 Maret 2026