DENPASAR – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa-siswi SMP Negeri 1 Denpasar. Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) sekolah tersebut sukses menyabet medali emas dalam ajang bergengsi tingkat internasional, World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2025, yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre, Malaysia.
Kompetisi yang diikuti oleh para penemu muda dari berbagai negara ini menjadi ajang unjuk kreativitas dan inovasi, di mana tim SMPN 1 Denpasar tampil gemilang melalui produk bertajuk E.M.D Nano Spray UV Protector. Produk ini merupakan tabir surya (sunscreen) berbentuk spray yang dibuat dari bahan alami dan limbah organik seperti kulit manggis, kulit buah naga, dan cangkang telur.
Melalui penelitian yang dilakukan oleh lima siswa berbakat, yakni: Ngurah Bagus Raditya Ananda Puja, I Gede Narendra Kusuma Satwika, I. B. Ganu Tangwa Lilang, A. A. Sagung Indria Nariswari, dan A. A. Ayu Nindya Gayatri, produk ini dikembangkan dengan pendekatan eco-friendly dan teknologi nanoemulsi.
Ide tersebut berangkat dari meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan kulit dari paparan sinar UV. Melihat potensi besar dari limbah rumah tangga seperti kulit buah dan cangkang telur yang seringkali terbuang sia-sia, tim ini kemudian berinovasi mengolahnya menjadi produk perawatan kulit yang aman, alami, dan bermanfaat.
Kulit manggis dan kulit buah naga merah mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang mampu menangkal radiasi UV-A dan UV-B serta berfungsi sebagai antioksidan. Sementara itu, cangkang telur yang kaya akan kalsium karbonat berfungsi sebagai pemantul sinar matahari.
Produk ini juga dilengkapi dengan bahan pendukung seperti air, minyak zaitun (olive oil), propilenglikol, dan minyak esensial untuk menambah kelembapan dan aroma alami yang menyegarkan. Semua bahan diekstrak dan dicampur dengan teknik nanoemulsi, menghasilkan sunscreen dalam bentuk semprotan yang praktis dan mudah digunakan.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran pembina KIR SMPN 1 Denpasar, I Komang Sutrisna, S.Pd., yang secara konsisten membimbing para siswa dalam proses penelitian hingga tahap presentasi di ajang internasional.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia, khususnya di Bali, mampu bersaing di kancah global dengan membawa inovasi yang berdampak positif bagi lingkungan dan kesehatan.(pk)
03 Februari 2026
26 Maret 2026