DENPASAR – Siswa SMPN 6 Denpasar kembali menorehkan hasil gemilang di event internasional. Delapan siswa dari sekolah tersebut mampu menyabet medali emas dan perak pada ajang Indonesia Inventors Day (IID) yang diselenggarakan INNOPA (Indonesia Invention and Innovation Promotion Associatian), belum lama ini.
Kegiatan itu diikuti 33 negara di antaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, Rusia, India, UEA, Taiwan, Korea Selatan dengan memamerkan 350 project dan dibagi dalam tiga kategori lomba masing-masing, STEM, IYIA dan WINTEX.
Kepala SMPN 6 Denpasar, Dra. Ni Nyoman Suci, M.Pd., Senin (2/10/2023) menjelaskan, sekolahnya menurunkan dua tim. Tim 1 membawa inovasi bertajuk ‘Ecspoon: Innovation From Mangosteen Peel (Garcinia mangostana) as An Eco-Friendly and Healthy Edible Spoon’. Tim 2 menampilkan inovasi ‘Niphotafer: Inovasi Pupuk Alami yang Memanfaatkan Limbah Kulit Pisang (Musa paradisiaca) yang Dikombinasikan dengan Limbah Kulit Ubi Jalar (Ipomoea batatas) dan Daun Lamtoro (Leucaena leucocephala)’.
Tim 1 meraih medali emas beranggotakan I Putu Dimas Pramudya Sastra, I Gede Evan Praditya Uthama, I Made Wiranatha Kusuma, Ni Putu Kiara Praba Elysia dan Ni Made Diar Laksmiati K., berhasil meraih medali emas dalam kategori STEM Science. Sementara tim 2 terdiri dari Shira Damita Zulkifli, I Gusti Ayu Natasha Adisty Suryana dan Ni Made Ayundia Shasmita meraih medali perak.
Putu Dimas Pramudya Sastra, dkk., dalam penelitiannya membuat sebuah produk ramah lingkungan yang dapat mensubstitusikan sendok plastik sekaligus memanfaatkan limbah organik kulit manggis, yaitu sendok edible yang disebut ‘Ecspoon’ yang terbuat dari bahan utama kulit manggis (Garcinia mangostana) yang dikombinasikan dengan tepung terigu dan maizena.
Adapun karakteristik dari sendok edible yang ramah lingkungan adalah permukaan yang halus, serta rasa yang netral. Dengan mengganti penggunaan sendok plastik menjadi sendok edible diharapkan dapat berkontribusi mengurangi limbah plastik dan menjaga kelestarian lingkungan.
Sementara tim Shira Damita Zulkifli, dkk., dari hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan Niphotafer (Nitrogen Fosfor Potassium Fertilizer) dapat membantu pertumbuhan tanaman dengan baik. Selain membantu pertumbuhan tanaman, Niphotafer juga membantu mengurangi limbah kulit pisang (Musa paradisiaca) dan kulit ubi jalar (Ipomoea batatas). Kulit pisang (Musa paradisiaca) mengandung nitrogen, phospor, kalium dan magnesium, kulit ubi jalar (Ipomoea batatas) memiliki kandungan kalium, sedangkan daun lamtoro mengandung fosfor, kalsium, besi.
Kasek Nyoman Suci mengaku bangga dengan prestasi para siswa yang telah mengharumkan nama SMPN 6 Denpasar di ajang Internasional. Nyoman Suci memberikan selamat untuk siswa dan guru baik guru pendamping maupun guru pembimbing, I Gusti Ayu Dewi Yunita Handayani.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan motivasi dari Kadisdikpora Kota Denpasar. Ia berharap prestasi ini terus memotivasi siswa yang lain untuk melahirkan karya-karya nyata sehingga bisa meraih juara di berbagai bidang perlombaan.
Terpisah, Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, mengapresiasi prestasi yang diraih siswa SMPN 6 Denpasar di tingkat internasional. Ia berharap inovator-inovator muda ini tidak berhenti di sini dan diharapkan ke depan dapat melahirkan ide-ide yang bermanfaat bagi masyarakat Denpasar, bangsa Indonesia bahkan dunia.
Menurut Wiratama, keberhasilan para siswa Denpasar meraih medali emas di ajang Indonesia Inventors Day telah membuktikan bahwa pendidikan Denpasar telah mampu bersaing di level internasional.
‘’Semoga prestasi ini lebih memacu siswa dalam belajar untuk mempersiapkan diri menuju era Society 5.0,’’ pungkas Wiratama.(psm/pk)
03 Februari 2026
14 Januari 2026