Menu

Sosialisasi BERLIAN dan Pelatihan Decopage, Guru TK di Denpasar Utara Didorong Tingkatkan Kreativitas dan Parenting Positif

  • Kamis, 10 April 2025
  • 491x Dilihat

DENPASAR – Sebanyak 20 guru Taman Kanak-Kanak (TK) perwakilan dari gugus TK se-Kecamatan Denpasar Utara mengikuti kegiatan Sosialisasi BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) dan Pelatihan Decopage, yang berlangsung pada Rabu (9/4/2025), bertempat di TK Tunas Harapan, Jl. Antasura, Perum Lembah Pujian A1, Denpasar.

Kegiatan ini dipimpin oleh PKG PAUD Denpasar Utara, dengan Ketua I Wayan Wijania, S.Pd., M.Pd., bersama Lilik Ismurtono Santoso, S.Sn., S.Pd., Komisioner Bidang Pemenuhan Hak Anak dari KPAD Provinsi Bali.

BERLIAN merupakan permainan interaktif edukatif yang bertujuan untuk memperkuat hubungan orang tua dan anak usia dini melalui kartu tanya-jawab serta tantangan seru. Tak hanya menyenangkan, permainan ini juga mengenalkan anak-anak pada hak anak dan perlindungan diri, sekaligus membangun momen kebersamaan yang berkesan antara anak dan orang tua.

“BERLIAN bukan sekadar permainan, tapi juga bentuk parenting yang mengedukasi anak dengan cara menyenangkan. Anak bisa bernyanyi, bermain tepuk hak anak, hingga menjalankan berbagai tantangan bersama orang tuanya,” ujar Lilik Ismurtono.

Simulasi permainan BERLIAN semakin meriah dengan kehadiran model pasangan ayah-anak yang langsung mempraktikkan cara memainkan permainan tersebut di hadapan peserta.

Usai sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknik Decopage (Dekopasi), yakni teknik menggambar dan menghias barang bekas agar menjadi karya seni yang memiliki nilai estetika dan ekonomis. Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini dan siap menularkan keterampilan yang didapat ke sekolah dan gugus masing-masing.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya mengasah kreativitas guru, tetapi juga memberi inspirasi pembelajaran kontekstual bagi anak-anak di sekolah,” ujar salah satu peserta.

Melalui kegiatan ini, PKG PAUD Denpasar Utara berharap para guru semakin mampu mengembangkan pendekatan edukatif yang menyenangkan dan relevan bagi anak usia dini, sekaligus memperkuat peran orang tua dalam proses pembelajaran anak.(pk)