DENPASAR – Tim basket putra SMP Negeri 6 Denpasar (Spensix) menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih posisi Runner Up dalam ajang Adipati Basketball Competition 2026. Meski belum berhasil membawa pulang gelar juara, perjuangan mereka dari babak penyisihan hingga partai final menjadi bukti mental tangguh dan semangat pantang menyerah.
Pada fase penyisihan, Spensix tergabung dalam grup kompetitif bersama SMPN 11 Denpasar, SMPN 16 Denpasar, dan JB School. Di laga pembuka, Spensix tampil dominan dengan kemenangan telak 70–17 atas SMPN 11 Denpasar. Tren positif berlanjut saat mereka menundukkan SMPN 16 Denpasar dengan skor 49–26.
Ujian sesungguhnya hadir di pertandingan terakhir fase grup menghadapi JB School. Laga berlangsung ketat dengan kejar-kejaran angka hingga waktu normal berakhir imbang. Spensix akhirnya memastikan kemenangan dramatis 48–42 melalui babak tambahan waktu sekaligus mengamankan tiket semifinal.
Memasuki semifinal, Spensix menghadapi tim tangguh SMPN 2 Kuta Utara. Pertandingan berjalan sengit dan penuh tekanan. Sempat tertinggal cukup jauh, Spensix menunjukkan daya juang tinggi dengan perlahan mengejar ketertinggalan dan membalikkan keadaan. Laga berakhir dengan kemenangan tipis 45–42 yang mengantar mereka melaju ke partai puncak.
Kepala SMP Negeri 6 Denpasar, Ni Nyoman Suci, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Ia mengaku bangga atas perjuangan luar biasa para pemain yang tidak hanya bermain untuk meraih kemenangan, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas dan kerja sama tim.
Partai final mempertemukan Spensix dengan rival sekota, SMP Negeri 1 Denpasar. Pada kuarter pertama dan kedua, Spensix kesulitan mengembangkan permainan sehingga tertinggal hingga 20 poin. Namun memasuki paruh kedua, mereka bangkit dengan memperketat pertahanan dan meningkatkan efektivitas serangan.
Perlahan selisih angka berhasil dipangkas hingga skor imbang 49–49 di detik-detik akhir pertandingan. Sayangnya, saat waktu tersisa satu detik, SMPN 1 Denpasar berhasil mencetak angka penentu kemenangan. Skor akhir 49–51 memastikan Spensix sebagai Runner Up kategori Basket Putra SMP.
Menurut Suci, prestasi tersebut tetap menjadi kebanggaan besar. Ia menilai karakter, ketangguhan, serta semangat pantang menyerah yang ditunjukkan tim selama kompetisi jauh lebih berharga dari sekadar trofi.
“Dukungan luar biasa juga datang dari tribun penonton. Suporter Spensix yang terdiri atas siswa dan guru tampil total dengan yel-yel kreatif, nyanyian penyemangat, serta koreografi kompak yang menyemarakkan arena pertandingan. Atmosfer positif yang mereka ciptakan bahkan mengantarkan Spensix meraih penghargaan Best Supporter dalam ajang tersebut,” tutur Suci.
Perjalanan ini bukan sekadar tentang hasil akhir, tetapi tentang mentalitas juara, solidaritas tim, dan kebanggaan membawa nama sekolah. Spensix membuktikan diri sebagai tim yang patut diperhitungkan dan siap kembali lebih kuat di kompetisi berikutnya.(pk)
03 Februari 2026
26 Maret 2026