Ujian Nasional (UN) sudah tidak menjadi penentu kelulusan. Hal itu menurunkan tekanan dan risiko terhadap peserta didik. Kejujuran peserta didik, guru, dan sekolah diharapkan meningkat. ”Jangan lakukan kecurangan-kecurangan tetapi lakukan dengan jujur, dan raihlah prestasi yang baik,” ujar Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M., Senin (25/1) kemarin.
Menurut Madiadnyana, bahwa jajaran Kepala SMP, SMA dan SMK PGRI di bawah YPLP PGRI Kota Denpasar, bertekad menjalankan UN secara berintegritas. Terlebih Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengubah konsep UN 2016. Yaitu dengan menambahkan nilai indeks integritas agar terbentuk karakter generasi masa depan yang jujur.
Madiadnyana mengungkapkan, sekolah PGRI di Kota Denpasar termasuk memiliki peserta UN terbanyak tahun ini. Sekalipun berat, dia tetap menekankan kepada para kepala sekolah di lingkungan PGRI untuk konsisten menjalan program pemerintah mengutamakan kejujuran.
Bagi dia, hasil UN terbaik tetap penting, namun lebih penting hasil itu diperoleh dari melaksanakan UN secara berintegritas. Hal ini dia tekankan agar sekolah PGRI menjadi garda terdepan menjadikan Kota Denpasar yang berintegritas dalam pelaksanaan UN.
Sesuai arahan Mendikbud Anies Baswedan, Madiadnyana juga mengingatkan kepala sekolah harus menunjukkan kepada masyarakat, bahwa sekolah-sekolah sebagai zona bebas korupsi dan zona berintegritas. Tugas sekolah adalah memangkas suplai koruptor, supaya masa depan tak ada lagi koruptor yang disuplai dari sekolah.
Untuk mencapai UN yang berintegritas, Madiadnyana yang juga Kepala SMK PGRI 3 Denpasar ini meminta siswa disiapkan sejak dini. Untuk itu, jajaran PPLP PGRI Kota Denpasar akan mengadakan try out yakni free test dan post test, di samping melaksanakan try out di tingkat rayon dan Kota Denpasar.
03 Februari 2026
26 Maret 2026