Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, melakukan langkah strategis terkait dengan penyesuaian kurikulum untuk Taman Kanak-kanak (TK) melalui sebuah workshop Kurikulum Taman Kanak-kanak tahun 2018. Workshop yang berlangsung sejak Senin (7/5/2018) hingga Jumat (11/5/2018) mendatang diikuti sekitar 60 pendidik PAUD se-Kota Denpasar.
Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Drs. I Made Merta, M.Si., saat membuka workshop mengatakan, ke depan Kurikulum 2013 wajib diterapkan di masing-masing lembaga Taman Kanak-kanak di Kota Denpasar. Pemberlakuan ini mengacu pada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 yang digunakan sebagai standar pedoman pendidikan di Tanah Air.
‘’Materi pembelajaran guru Taman Kanak-kanak akan disesuikan dengan silabus atau materi kurikulum tingkat satuan pendidikan agar proses pembelajaran lebih terarah pada potensi anak di sekolah Taman Kanak-kanak,’’ ujarnya.
Menurut Made Merta, setiap guru PAUD harus mempunyai kapasitas dalam mendidik anak-anak, karena gurulah yang akan membentuk karakter bagi siswanya. Guru merupakan kunci utama keberhasilan proses pendidikan di sekolah, guru sebagai tenaga pendidik memiliki peran dan kewajiban dalam membentuk karakter anak, disamping juga mengajarkan bagaimana cara berinteraksi. ‘’Ini hal kecil, namun jika tidak memiliki kemampuan, akan berakibat fatal bagi kelangsungan anak itu sendiri dalam menempuh jenjang pendidikan selanjutnya,” ucap Made Merta.
Menurutnya, dalam dunia anak-anak, mereka cenderung meniru apa yang dilihat dan didengar, otak mereka harus dirangsang. Maka pelatihan yang diadakan ini dirasa sangat penting untuk para pendidik di sekolah PAUD dan TK. “Pelatihan yang diselenggarakan ini, sebagai langkah-langkah strategis agar para guru mampu mengikuti perubahan dengan mengubah pola pikir lebih terbuka terhadap perubahan, dalam Kurikulum 2013 ini,’’ ujarnya.
Made Merta menambahkan, dalam kurikulum ini seorang guru harus mampu menjembatani kondisi ideal dan kondisi nyata dunia pendidikan misalnya dengan menciptakan metode pembelajaran dan berbagai karya serta penyediaan media permainan yang lebih kreatif, inovatif dan menyenangkan disesuaikan dengan kondisi anak didik itu sendiri. ‘’Jika sudah demikian kami percaya pendidikan di Kota Denpasar semakin lebih baik dimasa mendatang,” terang Made Merta.
Di sisi lain, Made Merta mengingatkan, Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku) hendaknya terus digiatkan. Gernas Baku ini dapat menumbuhkan kedekatan antara orang tua dan anak. Mengingat pendidikan anak usia dini penting, agar anak merasakan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya, sehingga mereka tumbuh menjadi generasi yang berakhlak dan berdaya saing.
‘’Gernas Baku sebagai transfer pengetahuan membangun hubungan komunikasi antara orang tua dan anak. Melalui Gernas Baku, kita berharap nantinya akan mencetak generasi muda yang tangguh dan berilmu pengetahuan yang luas,” harapnya.
Made Merta menyebutkan, membaca adalah membuka jendela dunia, sehingga membaca sangat penting untuk menambah pengetahuan wawasan, membentuk generasi muda yang berakhlak. “Semoga ini awal untuk memberikan pengetahuan kepada anak, bagaimana kita sebagai orang tua menunjukkan perilaku yang baik kepada anak,” ucapnya.
03 Februari 2026
26 Maret 2026